Donald Trump Kembali Tekan The Fed Agar Turunkan Bunga Acuan

CNN Indonesia | Sabtu, 06/07/2019 21:07 WIB
Donald Trump Kembali Tekan The Fed Agar Turunkan Bunga Acuan Presiden AS Donald Trump kembali tekan The Fed soal bunga acuan. (REUTERS/Joshua Roberts)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberi tekanan kepada jajaran The Federal Reserve, bank sentral Negeri Paman Sam agar segera menurunkan tingkat suku bunga acuan. Ini merupakan tekanan kesekian kali yang dilancarkan orang nomor satu di AS agar kebijakan moneter dari The Fed mendukung pertumbuhan ekonomi negara adidaya itu.

Menurutnya, bila The Fed menurunkan tingkat bunga acuan pada bulan depan. Maka, masih ada harapan bagi AS untuk bisa menikmati pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

"Jika kami memiliki The Fed yang mau menurunkan suku bunga, (perekonomian) kami akan seperti kapal roket," ucap Trump, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (6/7).


Meski tekanan terus diberikan, namun lembaga yang dipimpin Jerome Powell itu rupanya tidak juga menuruti keinginan Trump. "Tapi kami tidak punya The Fed yang tahu apa yang mereka lakukan," celetuknya.


Untuk tekanan kali ini, Trump merasa yakin penurunan tingkat suku bunga acuan The Fed bisa mendongkrak perekonomian AS lantaran sejumlah data makro tengah mendukung. Misalnya, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat penciptaan lapangan kerja di negara itu tengah meningkat.

Data menunjukkan ada penambahan lapangan kerja sebanyak 224 ribu pada Juni 2019. Angka ini diklaim lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

"Ini benar-benar sangat baik dan negara kami terus melakukannya dengan sangat baik. Kami akan memecahkan rekor," katanya.


Untuk itu, Trump ingin The Fed segera mendukung pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Apalagi, bank sentral AS itu sudah mengerek bunga acuan sebanyak sembilan kali dalam kurun waktu 2015-2019.

Kendati begitu, Powell berulang kali menepis tekanan yang diberikan Trump. Ia menegaskan bahwa The Fed merupakan lembaga independen, sehingga perhitungan tingkat suku bunga acuan tidak bisa diintervensi oleh pihak mana pun, termasuk Trump.

Sementara bagi Indonesia, kebijakan penurunan maupun kenaikan suku bunga acuan The Fed kerap mempengaruhi kebijakan Bank Indonesia (BI). Sebab, bank sentral nasional perlu menjaga jarak imbal hasil antara surat utang pemerintah AS dengan pemerintah Indonesia.

[Gambas:Video CNN] (uli/DAL)