Kadin Minta Insentif Untuk Fashion Ramah Lingkungan

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 06:10 WIB
Kadin Minta Insentif Untuk Fashion Ramah Lingkungan Ilustrasi fashion. (CNN Indonesia/Fandi Stuerz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kadin menyatakan minat masyarakat Indonesia terhadap produk fashion sustainable atau ramah lingkungan sampai saat ini masih terbilang rendah.  Menurut mereka, perlu ada insentif dan dorongan yang diberikan kepada para pengusaha penghasil produk fashion sustainable untuk meningkatkan minat masyarakat Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani menjelaskan terdapat banyak macam insentif yang bisa diberikan, diantaranya yaitu insentif perpajakan, fiskal maupun pembiayaan bank.

"Kalau itu (produk) sustainable harus ada insentifnya, apakah insentif perpajakan atau apa," ujar Shinta di Jakarta, Senin (2/9).


Ia mengatakan sudah pernah mencoba mendiskusikan pemberian insentif dengan pemangku kepentingan. Salah satu diskusi dilakukan dengan bank.
Pembicaraan dilakukan terkait insentif pembiayaan. Pihaknya  pernah membicarakan kepada beberapa bank apakah mereka bisa memberikan kebijakan yang lebih baik untuk industri sustainable fashion.

Selain itu, Shinta juga mengatakan bahwa bentuk dari perizinan untuk berinvestasi bisa dijadikan sebagai insentif di luar dari pada insentif yang berbentuk 'monitory'. Hal ini karena dari segi perizinan akan cepat membantu baik input maupun outputnya.

Selain itu, Shinta menambahkan pemerintah juga harus membantu mendorong prodak fashion yang sustainable agar meningkatkan minat masyarakat lokal.  Caranya, meningkatkan edukasi dan sosialisasi mengenai prodak fashion sustainable kepada para masyarakat lokal.

"Saya pikir pekerjaan rumah masih banyak selain integrasi, dari hulu ke hilir education, sosialisasi ke para konsumen itu juga penting," tambah Shinta.

[Gambas:Video CNN]
Sebagai informasi, sustainable fashion merupakan tren industri ke depan, ini merupakan gerakan global yang menuntut pelaku industri termasuk tekstil untuk lebih ramah lingkungan di tengah menguatnya kesadaran akan kebutuhan produk yang sustainable.

Bahan baku yang digunakan dalam industri ini adalah viscose rayon atau serat benang yang berasal dari pohon dan dapat terurai secara alami. Selain untuk pakaian, viscose rayon juga dapat diterapkan ke berbagai produk antara lain kebutuhan rumah tangga hungga alat kesehatan dan kecantikan. (sas/agt)