Samsung Ramal Laba Anjlok 56 Persen di Kuartal III 2019

CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 15:11 WIB
Samsung Ramal Laba Anjlok 56 Persen di Kuartal III 2019 Ilustrasi produk Samsung. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --
Samsung memproyeksikan hanya akan menorehkan laba US$6,5 miliar pada kuartal III 2019 nanti. Torehan laba tersebut, turun sekitar 56 persen jika dibandingkan dengan perolehan laba pada kuartal III 2018 yang masih bisa mencapai US$14,7 miliar.

Proyeksi torehan laba tersebut mereka buat dengan mengacu pada perkiraan penjualan mereka pada periode tersebut. Berdasarkan informasi yang dikutip dari CNN.com, perusahaan memperkirakan tingkat penjualan mereka hanya akan mencapai US$52 miliar pada kuartal III 2019.

Penjualan tersebut turun jika dibandingkan periode yang sama 2018 lalu. Perusahaan menyebut, penurunan penjualan terjadi karena pelemahan kinerja penjualan chip memori. Sebagai informasi, beberapa tahun belakangan ini kinerja penjualan chip memori Samsung memang mengalami penurunan.


Namun, para analis memperkirakan penurunan kinerja tersebut kemungkinan besar tidak akan berlangsung lama. Mereka memperkirakan kinerja penjualan Samsung akan membaik tahun depan.

Analis perusahaan pialang Daiwa Capital Markets SK Kim mengatakan perbaikan kinerja penjualan tersebut akan didorong peningkatan penjualan chip memori Samsung berkat kemajuan teknologi dalam litografi ultraviolet ektrim. Teknologi tersebut merupakan terobosan dalam pembuatan chip.

Selain itu, Samsung juga diproyeksikan akan mendapatkan keuntungan dari masalah yang menimpa Huawei, pembuat peralatan telekomunikasi terbesar dunia dan penjual ponsel cerdas nomor 2.

Sebagai informasi, saat ini Huawei dimasukkan AS ke dalam daftar hitam perdagangan mereka. Mereka melarang perusahaan AS menjual teknologi dan komponen penting ke raksasa teknologi China tersebut.

Larangan tersebut memaksa Huawei meluncurkan ponsel andalan terbaru mereka, Mate 30 tanpa layanan Google utama. Tanpa akses ke aplikasi populer seperti Google Maps dan Youtuber, ponsel Huawei akan kehilangan daya tariknya di mata pengguna ponsel internasional. Menurut analis, kondisi tersebut akan menguntungkan Samsung.
(CNN.com/agt)