Bos IMF: Perempuan Jangan Mau Digaji Lebih Rendah dari Pria

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 09:17 WIB
Bos IMF: Perempuan Jangan Mau Digaji Lebih Rendah dari Pria Ilustrasi. (AFP PHOTO / BULENT KILIC).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengimbau perempuan di seluruh dunia untuk menolak jika digaji dengan upah yang lebih rendah dari pria di tempat kerja.

"Jangan menerima untuk digaji lebih sedikit dari rekan kerja pria kalian (perempuan), jangan pernah!" ujar Giorgieva seperti dikutip dari AFP, Rabu (16/11).

Ia pernah menerima perlakuan tersebut saat merintis karir di era Uni Soviet. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa saat itu ia bisa mengharapkan kondisi yang lebih baik.


Pada Selasa (15/11) kemarin, IMF merilis laporan tentang pekerjaan yang tidak digaji. Pekerjaan tersebut memegang peranan yang penting dalam perekonomian tetapi tidak terukur. Kondisi itu paling banyak dialami oleh perempuan.

Bahkan, perempuan melakukan pekerjaan yang tidak digaji dua jam lebih lama dibandingkan laki-laki setiap harinya, terutama di seputar pekerjaan rumah tangga.

"Di negara-negara yang paling egaliter di seluruh dunia, perempuan setidaknya melakukan pekerjaan yang tidak dibayar 20 persen lebih lama dibandingkan pria," kata laporan tersebut.

Untuk mengatasi persoalan itu, IMF  menilai pemerintah perlu berinvestasi pada infrastruktur untuk menyediakan akses air, listrik dan internet.

Selain itu, pemerintah juga perlu menyediakan layanan penitipan anak dan orang tua, serta meningkatkan kesempatan pendidikan untuk membantu perempuan mengganti pekerjaan yang tidak dibayar dengan pekerjaan berbayar.
[Gambas:Video CNN]
Untuk negara yang lebih maju, juga perlu menerapkan kebijakan yang ramah bagi keluarga seperti cuti orangtua dan pajak bagi pencari nafkah sekunder, meningkatkan efisiensi pasar kerja, dan mendorong skema kerja yang fleksibel.

Lebih lanjut, Giorgieva juga berpesan tidak ada cara mudah bagi perempuan untuk mencapai kesuksesan.

"Anda harus kompeten dan lebih percaya diri," tuturnya.
(AFP/sfr)