"Jangan menerima untuk digaji lebih sedikit dari rekan kerja pria kalian (perempuan), jangan pernah!" ujar Giorgieva seperti dikutip dari AFP, Rabu (16/11).
Ia pernah menerima perlakuan tersebut saat merintis karir di era Uni Soviet. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa saat itu ia bisa mengharapkan kondisi yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengatasi persoalan itu, IMF menilai pemerintah perlu berinvestasi pada infrastruktur untuk menyediakan akses air, listrik dan internet.
Selain itu, pemerintah juga perlu menyediakan layanan penitipan anak dan orang tua, serta meningkatkan kesempatan pendidikan untuk membantu perempuan mengganti pekerjaan yang tidak dibayar dengan pekerjaan berbayar.
[Gambas:Video CNN]
Untuk negara yang lebih maju, juga perlu menerapkan kebijakan yang ramah bagi keluarga seperti cuti orangtua dan pajak bagi pencari nafkah sekunder, meningkatkan efisiensi pasar kerja, dan mendorong skema kerja yang fleksibel.
Lebih lanjut, Giorgieva juga berpesan tidak ada cara mudah bagi perempuan untuk mencapai kesuksesan.
"Anda harus kompeten dan lebih percaya diri," tuturnya.