IHSG terkoreksi 2,8 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.222 pada penutupan sesi satu Rabu (23/10) siang.
Menurutnya, koreksi bursa saham nasional terjadi karena sentimen kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Sebab, sejumlah lembaga ekonomi internasional sudah memperkirakan bahwa perlambatan ekonomi akan terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen global lain, lanjutnya, berasal dari ketidakpastian proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Britania Exit/Brexit). Pasalnya, Inggris tak kunjung keluar dari zona negara Benua Biru, padahal rencana itu sudah bergulir dalam beberapa tahun terakhir.
Pada perdagangan sesi satu, IHSG sempat melemah cukup dalam ke posisi 6.199 pada pukul 11.00 WIB saat pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju. Hal ini tak jauh berbeda dengan pembukaan indeks saham pagi ini yang melemah ke level 6.224 dari semula 6.225 pada perdagangan kemarin.
Mayoritas atau sebanyak 200 saham terjungkal, sedangkan hanya 174 saham yang menguat, dan 139 saham stagnan. Selain itu, pelaku pasar asing juga terlihat beli bersih (net buy) di all market sebesar Rp184,8 miliar, sedangkan di pasar reguler sebesar Rp116,4 miliar. (uli/lav)