Agus Gumiwang Siapkan Jurus Kerek Daya Saing Manufaktur

CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 12:35 WIB
Agus Gumiwang Siapkan Jurus Kerek Daya Saing Manufaktur Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyusun sejumlah strategi demi mendongkrak daya saing industri manufaktur dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja ekspor.

Menurut dia, sejumlah sektor manufaktur di dalam negeri sedang digenjot produktivitasnya agar dapat memenuhi pasar ekspor. Hal ini seiring dengan adanya peningkatan investasi di dalam negeri.

"Contohnya, industri otomotif, makanan dan minuman, serta aneka industri yang mempunyai peluang untuk ditingkatkan ekspornya," ujar Agus dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (5/11).


Saat ini, menurut dia, industri manufaktur nasional mendapatkan tekanan karena kondisi ekonomi global yang tengah menurun. Karenanya, pemerintah perlu menyusun strategi agar sektor manufaktur bisa bertahan.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan fokus untuk memperdalam struktur manufaktur di dalam negeri sekaligus memperkuat rantai nilai bahan baku dan bahan penolong. Misalnya di industri petrokimia, dengan upaya revitalisasi TubanPetro dan perluasan usaha PT Chandra Asri Petrochemical.

Di industri logam dasar, pemerintah sedang mengupayakan untuk merevitalisasi PT Krakatau Steel dan mengoptimalkan pengoperasian di Kawasan Industri Morowali.

Sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah memprioritaskan pengembangan lima sektor manufaktur yang dinilai mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kelima sektor tersebut, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika.

"Tidak hanya menyasar kepada sektor skala besar saja, kami juga tetap memprioritaskan pada pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) yang juga menunjukkan geliat yang baik untuk berperan meningkatkan pertumbuhan sektor industri manufaktur," terangnya.

Selanjutnya, kehadiran Indonesia sebagai negara mitra resmi Hannover Messe 2020 dinilai Agus sebagai salah satu potensi untuk memperluas jaringan pasar ekspor produk manufaktur dengan mendorong kerja sama sektor industri dan investasi. Sebagai catatan, Hannover Messe 2020 merupakan ajang pameran teknologi manufaktur internasional.

Untuk jangka menengah dan panjang, sambung dia, pemerintah juga terus memacu pembangunan kawasan industri di berbagai daerah di Indonesia yang terkait dengan upaya menjaga ketersediaan bahan baku dan sektor strategis.

"Kami pun fokus terhadap pengembangan kawasan industri di luar Pulau Jawa guna mewujudkan visi Indonesia sentris," paparnya.

Pemerintah menargetkan 18 kawasan industri di luar Jawa dapat beroperasi hingga akhir 2019. Kawasan industri tersebut berpotensi menarik investasi sebesar Rp250 triliun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 900 ribu pekerja.

18 kawasan tersebut antara lain Lhoukseumawe, Ladong, Medan, Tanjung Buton, Landak, Maloy, Tanah Kuning, dan Bitung. Selanjutnya di Kuala Tanjung, Kemingking, Tanjung Api-api, Gandus, Tanjung Jabung, Tanggamus, Batulicin, Jorong, Buli, dan Teluk Bintuni.

Lebih lanjut, ia mengingatkan produk manufaktur secara konsisten memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai pengapalan Indonesia ke luar negeri.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, sepanjang Januari hingga September 2019, nilai pengapalan produk sektor manufaktur menyumbang 75,51 persen terhadap total ekspor nasional atau US$93,7 miliar dari total US$124,1 miliar.
[Gambas:Video CNN] (hns/sfr)