Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Haru Koesmahargyo mengatakan pihaknya menyambut baik penurunan suku bunga KUR.
"Dengan harapan semakin memudahkan UMKM mendapatkan akses pembiayaan, sehingga dapat meningkatkan penetrasi inklusi keuangan di Indonesia," katanya kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, SVP Micro Development & Agent Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Zedo Faly menyatakan kesiapan perseroan terhadap rencana tersebut. Ia menyebut penurunan suku bunga akan mendorong peningkatan akses pembiayaan kepada pelaku UMKM dalam memenuhi kebutuhan modal kerja maupun investasi.
"Bagi perbankan sendiri, akan lebih mudah untuk menawarkan KUR kepada masyarakat dan pelaku UMKM," katanya.
Bank Mandiri tercatat telah merealisasikan penyaluran KUR sebesar Rp20,12 triliun per Oktober 2019. Jumlah itu mewakili 80,51 persen dari kuota perseroan. Saat ini, perseroan tengah menunggu kuota penyaluran KUR tahun 2020.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Nixon Napitupulu menuturkan porsi penyaluran KUR tidak terlalu besar. Namun, ia tak merincikan angkanya.
"BTN lebih banyak peran di pembiayaan perumahan subsidi, sehingga disburse KUR kami tidak terlalu besar," ujarnya.
Untuk diketahui, kebijakan suku bunga KUR 6 persen ini mulai berlaku pada Januari 2020 mendatang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keputusan ini diambil untuk mengembangkan industri UMKM di dalam negeri. Jika bunga turun, pemerintah berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mengajukan KUR.
Selain bunga, pemerintah juga mengerek total plafon KUR menjadi Rp190 triliun dari posisi tahun ini yang hanya Rp140 triliun. Artinya, ada kenaikan plafon KUR sebanyak 35,71 persen.
"Ini akan dinaikkan secara bertahap, dinaikkan lebih dari 100 persen sampai 2024 menjadi Rp325 triliun," terangnya.
Lihat juga:Syarat-syarat UMKM Mengajukan KUR |