Erick Thohir Siap Bongkar Cucu hingga Cicit BUMN Air Minum

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 13:53 WIB
Erick Thohir Siap Bongkar Cucu hingga Cicit BUMN Air Minum Menteri BUMN Erick Thohir segera membenahi 11 perusahaan air minum milik negaraCNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN Erick Thohir akan membenahi 11 perusahaan air minum yang merupakan anak usaha, cucu, hingga cicit dari perusahaan pelat merah. Rencananya, akan ada perusahaan yang dilebur hingga ditutup.

Hal ini disampaikan langsung oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga kepada awak media di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/11).  Arya mengatakan Erick menyoroti pembenahan para anak, cucu, hingga cicit BUMN karena jumlahnya cukup banyak di suatu sektor. Salah satunya di bidang air minum.

Padahal, sambung Arya, perusahaan yang mempunyai anak, cucu, hingga cicit di bidang air minum itu sejatinya tidak berlini bisnis di bidang yang sama. Ia menyebut keberadaan anak usaha itu berarti tidak berlandaskan alasan bisnis yang tepat dan kuat.


"Bayangkan, ternyata ada 11 perusahaan air minum di bawah BUMN. Kami bingung ya, kok banyak banget?" tutur Arya.

Untuk itu, katanya, Erick akan menelusuri bagaimana kinerja masing-masing anak, cucu, hingga cicit BUMN itu. Bila ada alasan pembentukan yang kuat, kecocokan lini bisnis, hingga kinerja perusahaan yang baik, maka perusahaan bisa saja dilanjutkan.

Namun bila tidak, bukan tidak mungkin perusahaan itu akan dilebur hingga ditutup.

"Ini akan dikonsolidasikan, kami lihat mana yang bisa digabung. Kalau rugi, bukan core-nya, dan tidak menguntungkan, ya dievaluasi ulang, kalau bisa tutup, tutup saja," katanya.

Di sisi lain, Erick juga akan menyelesaikan beberapa sengketa hukum yang melibatkan antar perusahaan negara. Berdasarkan temuan kementerian, setidaknya ada 13 kasus perselisihan hukum yang melibatkan BUMN.

Kendati begitu, ia tidak memberi batas waktu tertentu kapan sekiranya penyelesaian 13 kasus perselisihan hukum itu akan diselesaikan. Ia juga enggan merinci siapa saja dan kasus apa yang membelit para BUMN.

"Banyak, campur-campur, ada Pelindo lawan apa, KAI lawan apa, pokoknya soal aset. Padahal harusnya ini bisa didudukkan sama-sama sebagai keluarga besar. Lucu ini saling gugat," ungkapnya.

Di sisi lain, Erick juga dikabarkan akan mengkaji kembali seluruh rencana pembentukan induk perusahaan alias holding BUMN. Mulai dari holding infrastruktur, perumahan, perhubungan, asuransi, keuangan, dan lainnya.

"Soal holding untuk Karya, sepertinya lagi dikaji, kemungkinan kecil untuk Karya di-holding. Misalnya nanti Pelindo (holding perhubungan), apakah fungsinya disatukan atau bagaimana," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN] (uli/age)