Dilansir dari CNN, perusahaan asal Arkansas, AS, ini akan menambah 500 toko dalam kurun waktu lima hingga tujuh tahun ke depan. Jumlah tersebut akan membuat keberadaan Walmart meningkat dua kali lipat di China.
Walmart menargetkan bisa menjadi pasar grosir terbesar dunia pada 2023 mendatang. Ekspansi Walmart tersebut muncul karena ekonomi China yang sedang mendingin. Negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut sedang bergulat dengan pertumbuhan yang merosot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan mengindikasikan bahwa bahan makanan dan belanja online adalah pendorong utama ekspansi di China. Walmart juga mengatakan akan merombak lebih dari 200 toko di China selama beberapa tahun ke depan.
Mereka akan menambahkan fitur, seperti register kas swalayan, di mana pelanggan dapat membayar menggunakan pengenalan wajah.
"Kami akan terus bekerja sama dengan mitra dan pembuat kebijakan di China untuk mempercepat ekspansi kami," tambahnya.
Walmart menjual situs e-commerce China yang dikenal sebagai Yihaodian, ke JD.com pada 2016. JD.com (JD) merupakan pemain e-commerce terbesar kedua di Tiongkok setelah Alibaba.
Perusahaan riset IGD Asia mengatakan bahwa China akan menyusul Amerika Serikat untuk menjadi pasar grosir terbesar dunia pada 2023. Nilai penjualan online China diproyeksikan tumbuh lebih dari empat kali lipat menjadi US$205 miliar.
Belanja bahan pangan online di Tiongkok didorong oleh kelas menengah negara yang tumbuh pesat, penggunaan ponsel cerdas yang tinggi, dan konektivitas internet yang kuat. Walmart memasuki Cina lebih dari 20 tahun yang lalu. Pada Januari tahun ini, perusahaan memiliki 443 toko di negara ini, termasuk merek Walmart utamanya dan anak perusahaan.
[Gambas:Video CNN] (age)