Sri Mulyani Kaji Sistem Gaji Tunggal untuk PNS

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 19:51 WIB
Sri Mulyani Kaji Sistem Gaji Tunggal untuk PNS Kemenkeu akan mengkaji penerapan sistem penggajian tunggal atau one single salary system untuk aparatur sipil negara (ASN) (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengkaji penerapan sistem penggajian tunggal atau one single salary system untuk aparatur sipil negara (ASN). Kajian ini dilakukan pemerintah sebagai salah satu upaya melakukan upaya reformasi birokrasi demi mencegah tindakan korupsi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan sistem itu perlu benar-benar dikaji agar tak merugikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pasalnya, sistem penggajian harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara itu sendiri.


"Kemampuan keuangan negara tergantung dengan kemampuan dalam mengumpulkan penerimaan negara. Makanya harus dilakukan secara bertahap," ungkap Sri Mulyani, Senin (9/12).


Mengutip dari dokumen Badan Kepegawaian Negara (BKN), sistem penggajian tunggal ini bisa diartikan ketika ASN hanya akan menerima satu jenis penghasilan yang digabung dari berbagai komponen penghasilan.

Sistem penggajian tunggal ini nantinya terdiri dari unsur gaji, tunjangan kerja (tukin), dan tunjangan kemahalan. Lebih rinci, gaji diberikan sesuai dengan beban kerja, tanggung jawab, dan risiko pekerjaan.

Menurut Sri Mulyani, perbaikan sistem penggajian tak serta merta langsung membuat godaan korupsi akan luntur. Masalahnya, nilai suap di lingkungan pemerintahan terbilang besar, sedangkan anggaran belanja pegawai terbatas.

"Jadi tetap saja sistem penggajian atau gaji harus disertai dengan tolak ukur knerja, fungsi akuntabilitas, dan dari sisi integritas. Itu harus satu paket," jelas Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNN]

Minimalkan Korupsi

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan sistem penggajian tunggal berpotensi meminimalisir tindakan korupsi. Ini lantaran ASN akan mendapatkan gaji sesuai dengan kinerjanya.


"Menuntut gaji tinggi, tapi tamak. Tapi memang harus mempertimbangkan yang wajar berapa," kata Agus.

Dengan sistem penggajian tunggal, sambung Agus, honor yang diberikan kepada ASN juga akan dihapus. Nantinya, semua langsung satu paket dengan gaji mereka per bulan. (aud/asa)