Menurut Luhut, tawaran dari UEA itu akan dibahas dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negara itu pada Sabtu (11/1) mendatang. Untuk itu, para menteri teknis tengah mengkaji tawaran tersebut, sehingga bisa langsung difinalisasi saat kunjungan dilakukan.
"Jumlahnya ribuan," ucap Luhut di kantornya, Rabu (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, Luhut bilang UAE tetap menawarkan kesempatan skilled labor atau yang bukan bagi Indonesia. "Abu Dhabi menawarkan lapangan kerja, kami kan mau yang skilled labor , tapi mereka buka supaya bisa juga yang non skilled (labor)," tuturnya.
Oleh karena itu, sambung dia, tawaran ini masih perlu dimatangkan oleh pemerintah Indonesia. Namun, Indonesia tetap membuka ruang negosiasi dengan UEA.
Lihat juga:Selain Jiwasraya, BPK Juga Periksa Peran OJK |
Pertama, kerja sama proyek Kilang Balikpapan antara perusahaan minyak dan gas Mubadalah dengan PT Pertamina (Persero). Kedua, proyek Kilang Balongan. Proyek kedua Pertamina ini akan dikerjakan bersama dengan perusahaan asal UEA, Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc).
Ketiga, kontrak kerja antara Enterprise Global Aluminium (EGA) dengan Indonesia Asahan Indonesia (Inalum). Keempat, proyek kerja antara PT PLN (Persero) dan Masdar dalam pengerjaan proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung di Waduk Cirata.
[Gambas:Video CNN] (uli/asa)