"Uang prajurit aman sudah pasti tetapi kami sangat sedih melihat ini, itu saja," ujar mantan perwira tinggi ini dalam acara Coffee Morning di kantornya, Jumat (16/1).
Luhut telah menanyakan persoalan Asabri kepada Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Berdasarkan informasi yang diterimanya, ia menyebut memang ada 'permainan' dalam pengelolaan Asabri. Hal itu yang akan dibenahi oleh Kementerian BUMN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masuknya profesional, sambung Luhut, diperlukan agar manajemen tidak dibodohi dengan skema menggoreng saham.
Luhut juga menanggapi pernyataan manajemen yang membantah dugaan korupsi di tubuh perseroan.
Ia menilai oknum yang terlibat dalam aksi 'goreng saham' tidak akan bisa lari. Sebab, Kementerian BUMN telah mengantongi data kapan saham itu dimainkan dengan aset-aset yang tidak benar.
"Pasti akan kena semua. Presiden juga sudah minta pembenahan semua secara struktur," ujarnya.
Kemarin, Kamis (16/1), Direktur Utama A Sonny Widjaja membantah tudingan korupsi yang dialamatkan kepada perusahaan asuransi khusus prajurit TNI dan Polri tersebut.
[Gambas:Video CNN]
"Saya menjamin bahwa uang peserta yang dikelola di Asabri tidak hilang dan tidak dikorupsi," katanya singkat.
Bahkan, ia menegaskan akan menempuh jalur hukum menuntut pihak-pihak yang mengakibatkan kegaduhan.
"Kepada pihak-pihak yang berbicara tentang Asabri, harap menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi. Hentikan pendapat, pembicaraan yang tendensius, negatif, dan mengakibatkan kegaduhan. Saya akan menempuh jalur hukum jika masih dilakukan," ujar Sonny. (wel/sfr)