Dilansir dari AFP, Selasa (22/1), Bank of Korea (BoK) menyatakan perlambatan ekonomi tak lepas dari imbas perang dagang antara China dan AS. Selain itu, laju ekonomi juga tak lepas dari lesunya pasar semikonduktor.
Perlambatan ekonomi menambah tantangan bagi Korea Selatan. Saat ini, Korea Selatan tengah menghadapi persoalan ketimpangan. Generasi muda Korea Selatan yang berpendidikan tinggi juga kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama tiga tahun terakhir, upah minimum pekerja Korea Selatan melejit 30 persen. Hal itu dianggap mengerek beban upah pekerja.
Perang dagang AS-China membuat pengapalan Korea Selatan ke luar negeri cuma tumbuh 1,5 persen, terendah sejak 2015. Sebagai pembanding, tahun sebelumnya, pengapalan Korea Selatan masih tumbuh 3,5 persen. Sementara, impor merosot 0,6 persen.
Khusus kuartal IV 2018, perekonomian Korea Selatan tumbuh 2,2 persen secara tahun. Laju tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan konsumsi swasta sebesar 1,9 persen, terendah dalam 6 tahun terakhir.
Tahun ini, Korea Selatan bakal mengerek belanja publik sebesar 9,1 persen. Pemerintah juga akan menghabiskan 30 persen anggaran infrastruktur pada kuartal I 2020, sebelum penyelenggaraan pemilihan umum legislatif pada April 2020.
[Gambas:Video CNN]
(afp/sfr)