Laju Ekonomi Korea Selatan Melambat ke 2 Persen pada 2019

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 19:45 WIB
Laju Ekonomi Korea Selatan Melambat ke 2 Persen pada 2019 Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan keok hingga ke level 2 persen pada 2019. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick).
Jakarta, CNN Indonesia -- Laju ekonomi Korea Selatan melambat hingga ke level terendah dalam satu dekade terakhir. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Negeri Ginseng hanya 2 persen pada 2019, atau di bawah pertumbuhan ekonomi pada 2018, 2,7 persen.

Dilansir dari AFP, Selasa (22/1), Bank of Korea (BoK) menyatakan perlambatan ekonomi tak lepas dari imbas perang dagang antara China dan AS. Selain itu, laju ekonomi juga tak lepas dari lesunya pasar semikonduktor.

Perlambatan ekonomi menambah tantangan bagi Korea Selatan. Saat ini, Korea Selatan tengah menghadapi persoalan ketimpangan. Generasi muda Korea Selatan yang berpendidikan tinggi juga kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak.


Presiden Korea Selatan Moon Jae-in tengah dihujani kritik terkait kebijakan ekonomi yang kontroversial. Kebijakan itu berupa belanja yang membengkak dan konsep pertumbuhan yang didorong pendapatan.

Selama tiga tahun terakhir, upah minimum pekerja Korea Selatan melejit 30 persen. Hal itu dianggap mengerek beban upah pekerja.

"Selagi pertumbuhan belanja pemerintah meningkat, investasi bidang konstruksi dan fasilitas terkontraksi seiring perlambatan pertumbuhan konsumsi swasta dan ekspor," ujar BoK dalam keterangan resmi yang dikutip dari AFP.

Perang dagang AS-China membuat pengapalan Korea Selatan ke luar negeri cuma tumbuh 1,5 persen, terendah sejak 2015. Sebagai pembanding, tahun sebelumnya, pengapalan Korea Selatan masih tumbuh 3,5 persen. Sementara, impor merosot 0,6 persen.

Khusus kuartal IV 2018, perekonomian Korea Selatan tumbuh 2,2 persen secara tahun. Laju tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan konsumsi swasta sebesar 1,9 persen, terendah dalam 6 tahun terakhir.

Tahun ini, Korea Selatan bakal mengerek belanja publik sebesar 9,1 persen. Pemerintah juga akan menghabiskan 30 persen anggaran infrastruktur pada kuartal I 2020, sebelum penyelenggaraan pemilihan umum legislatif pada April 2020.

[Gambas:Video CNN]


(AFP/sfr)