Sri Mulyani Ungkap Sektor Winner dan Loser di Tengah Corona

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 15:34 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran terpukul paling keras dari pandemi virus corona. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran terpukul paling keras dari pandemi virus corona. (CNN Indonesia/ Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui hantaman ekonomi yang diakibatkan pandemi virus corona luar biasa besar. Beberapa sektor usaha bahkan keok. Namun, ada juga sektor usaha yang berhasil mengilap di tengah penyebaran penyakit covid-19 di RI.

"Memang covid-19 menimbulkan dampak negatif bagi semua negara. Tetapi, tidak semua sektor terdampak. Ada sektor yang diperkirakan menjadi winner (pemenang). Ada juga yang menjadi looser (pecundang)," tutur Anie dalam rapat virtual bersama Komisi XI DPR, Senin (6/4).

Ia menyebutkan sektor pariwisata yang terpukul paling keras karena sepinya lalu lintas penerbangan. Turunan dari sektor pariwisata tersebut yang terkena hantaman, yakni perhotelan, restoran, dan tempat hiburan.


Kemudian sektor looser lainnya, transportasi. Diketahui banyak penerbangan mengurangi frekuensi dan rutenya, seiring dengan anjloknya jumlah penumpang pesawat.

Tak terkecuali moda transportasi bus, laut, dan kereta api seiring dengan imbauan tidak melakukan kegiatan mudik jelang lebaran 2020.

Sektor keuangan juga akan menghadapi tantangan berat karena konsumsi masyarakat turun. Tambah berat lagi, karena di tengah perlambatan bisnis penyaluran kredit, bank harus memberikan relaksasi berupa penundaan cicilan kredit kepada UMK dan pekerja informal, seperti sopir ojek online.

"Sektor keuangan ini menghadapi second round effect, setelah konsumsi rumah tangga turun, kemungkinan menghadapi risiko kenaikan NPL (rasio kredit bermasalah/macet)," imbuh Ani.

Namun demikian, ia mengingatkan, beberapa sektor berhasil mengilap. Antara lain jasa, logistik, komunikasi, makanan dan minuman, farmasi, termasuk tekstil.

"Indonesia terasa sekali produksi alat pelindung diri (ADP) dan masker. Ini highly demand (permintaan meningkat). Tantangannya pada bahan baku karena dari Korea Selatan akan habis dalam dua pekan ke depan," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(aud/bir)