Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan defisit APBN 2020 berpotensi tembus 5,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angkanya naik dari target semula yang hanya 1,76 persen terhadap PDB.
Defisit melonjak karena pemerintah menambah alokasi belanja dalam APBN sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani virus corona. Dana itu akan digunakan untuk pemberian insentif di sektor kesehatan, industri, dan tambahan jaring pengamanan sosial (social safety net).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, pemerintah juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp8,5 triliun di paket stimulus pertama dan Rp22,5 triliun di paket kedua.
Indonesia tak sendiri. Mengutip dari berbagai sumber, Singapura juga mengucurkan dana mencapai 59,9 miliar dolar Singapura atau setara dengan 12 persen terhadap PDB untuk menangani virus corona. Keputusan itu berpotensi membuat defisit anggaran Singapura tembus hingga 8,9 persen terhadap PDB.
Sementara, pemerintah Italia menggelontorkan dana sebesar 7,5 miliar Euro untuk menanggulangi dampak virus corona terhadap sektor ekonomi. Hal itu membuat defisit anggaran Italia naik menjadi 2,5 persen.
[Gambas:Video CNN]
Kemudian, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menggelontorkan dana stimulus sebesar US$2 triliun demi menyelamatkan perekonomian yang terpukul akibat dampak negatif penyebaran virus corona. Keputusan itu diperkirakan membuat defisit anggaran di AS tembus lebih dari US$1 triliun tahun ini.
Lalu, Malaysia menargetkan defisit anggaran tahun ini sebesar 3,2 persen terhadap PDB. Angkanya naik 0,2 persen dari rencana awal.
Kemudian, Korea Selatan juga melebarkan defisit anggarannya sebesar 0,2 persen dari rencana sebelumnya. Begitu juga Taiwan yang menaikkan target defisit anggaran sebesar 0,6 persen dari target awal dan Thailand 0,5 persen.