Deretan Negara yang Lebarkan Defisit Anggaran karena Corona

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 07:15 WIB
Deretan Negara yang Lebarkan Defisit Anggaran karena Corona Sejumlah negara melebarkan angka defisit anggaran mereka demi melawan virus corona termasuk Indonesia. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mayoritas negara menambah alokasi belanjanya untuk menangani penyebaran virus corona yang semakin meluas. Akibatnya, banyak negara yang terpaksa memperlebar defisit anggaran mereka tahun ini, tanpa terkecuali Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan defisit APBN 2020 berpotensi tembus 5,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angkanya naik dari target semula yang hanya 1,76 persen terhadap PDB.

Defisit melonjak karena pemerintah menambah alokasi belanja dalam APBN sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani virus corona. Dana itu akan digunakan untuk pemberian insentif di sektor kesehatan, industri, dan tambahan jaring pengamanan sosial (social safety net).


Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan tambahan alokasi itu merupakan paket stimulus ketiga yang dikeluarkan pemerintah untuk meminimalisir dampak virus corona di Indonesia.


Sementara, pemerintah juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp8,5 triliun di paket stimulus pertama dan Rp22,5 triliun di paket kedua.

Total stimulus yang dikeluarkan sebesar Rp436,1 trililun. Angka itu, kata Sri Mulyani, setara dengan 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Indonesia tak sendiri. Mengutip dari berbagai sumber, Singapura juga mengucurkan dana mencapai 59,9 miliar dolar Singapura atau setara dengan 12 persen terhadap PDB untuk menangani virus corona. Keputusan itu berpotensi membuat defisit anggaran Singapura tembus hingga 8,9 persen terhadap PDB.

Sementara, pemerintah Italia menggelontorkan dana sebesar 7,5 miliar Euro untuk menanggulangi dampak virus corona terhadap sektor ekonomi. Hal itu membuat defisit anggaran Italia naik menjadi 2,5 persen.

[Gambas:Video CNN]

Kemudian, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menggelontorkan dana stimulus sebesar US$2 triliun demi menyelamatkan perekonomian yang terpukul akibat dampak negatif penyebaran virus corona. Keputusan itu diperkirakan membuat defisit anggaran di AS tembus lebih dari US$1 triliun tahun ini.

Lalu, Malaysia menargetkan defisit anggaran tahun ini sebesar 3,2 persen terhadap PDB. Angkanya naik 0,2 persen dari rencana awal.

Kemudian, Korea Selatan juga melebarkan defisit anggarannya sebesar 0,2 persen dari rencana sebelumnya. Begitu juga Taiwan yang menaikkan target defisit anggaran sebesar 0,6 persen dari target awal dan Thailand 0,5 persen.

 
(aud/agt)