Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga mengatakan perusahaan memilih kedua rute karena mempertimbangkan penanganan kasus virus corona di Malaysia yang mulai melandai. Sebelumnya, pemerintah Negeri Jiran juga menerapkan penutupan akses wilayah (lockdown) untuk menekan potensi peningkatan jumlah kasus corona.
"Kami melihat Kuala Lumpur karena penanggulangan penyebaran wabah di sana progresnya sangat positif, jumlah kasus baru trennya menurun," ucap Veranita, Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pembukaan rute penerbangan nantinya akan tetap memperhatikan ketentuan protokol kesehatan nasional. "Ketika nanti diaktifkan lagi, kami mengacu pada anjuran pemerintah melalui Kemenkes dan Imigrasi," ujarnya.
"Kargo bisnis ini banyak dibutuhkan karena penerbangan penumpang turun, bukan hanya AirAsia saja," katanya.
Sebelumnya, AirAsia Indonesia mengumumkan pemberhentian penerbangan akibat pandemi corona di berbagai negara tujuan. Pemberhentian dimulai pada 1 April 2020.
Penerbangan domestik dihentikan sampai 21 April 2020 lalu diperpanjang sesuai larangan terbang pemerintah. Sementara penerbangan internasional ditutup sampai 17 Mei 2020.
[Gambas:Video CNN]
(uli/agt)