Penurunan investasi ini berdampak pada aliran modal ke berbagai industri dan kelas aset. Laporan terbaru JLL Global Capital Flows menunjukkan volume transaksi real estate Asia Pasifik turun menjadi US$34 miliar pada kuartal I 2020.
Tiga negara di Asia Pasifik yang paling terpengaruh bisnis real estate karena virus corona adalah China, Hong Kong dan Singapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Crow menjelaskan semua sektor properti komersial Asia Pasifik pada kuartal I 2020 terpengaruh oleh covid-19 dengan tingkat aliran investasi yang bervariasi dibanding tahun lalu.
Berikut beberapa poin utama dari riset JLL di kawasan Asia Pasifik. Pertama, volume investasi ritel mencatat kontraksi paling signifikan, turun 39 persen secara tahunan karena penerapan lockdown dan penjagaan jarak aman di banyak wilayah.
Ketiga, kegiatan transaksi hotel berkurang sebesar 22 persen, sebagian di antaranya terbantu oleh penawaran tertentu yang diselesaikan pada awal kuartal di Jepang dan Korea Selatan.
Keempat, investasi sektor industri dan logistik adalah kelas aset paling tangguh di Asia Pasifik pada kuartal pertama, dengan pertumbuhan aktivitas mencapai 9 persen.
"Dampak keseluruhan dari wabah covid-19 pada pasar investasi diharapkan akan mulai terlihat lebih jelas pada kuartal kedua saat para investor fokus pada portofolio yang ada dan menggunakan waktu mereka untuk menunggu peluang yang tepat," papar Executive Director Capital Markets Research Asia Pasifik JLL Regina Lim.
Pasar investasi ritel merosot tajam 78 persen per kuartal ketika penjualan properti besar ditunda atau dibatalkan karena kurangnya antusiasme terhadap properti pusat perbelanjaan.
[Gambas:Video CNN]
(age/bir)