Sri Mulyani: Kesehatan dan Ekonomi Ibarat Bayi Kembar Siam

CNN Indonesia | Minggu, 24/05/2020 08:11 WIB
Menkeu Sri Mulyani didampingi Wamenkeu  Mardiasmo bersiap memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Menkeu melaporkan realisasi APBN 2019 hingga Februari 2019 tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap PDB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz. Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan tidak ada trade-off antara kesehatan dan ekonomi. Ia menilai tidak ada ekonomi, tanpa kesehatan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengibaratkan kondisi kesehatan dan dan ekonomi laiknya bayi kembar siam yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa kesehatan, ia menilai tidak ada ekonomi.

Pandangan itu disampaikan Ani, panggilan akrabnya, mengenai pandemi virus corona di Indonesia ketika berdialog dengan Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan.

Ia menyampaikan rasa kagumnya kepada seluruh masyarakat profesi/asosiasi di bidang kesehatan atas dedikasinya, pengorbanan, termasuk risiko dalam menghadapi pandemi covid-19 di garis terdepan.


Sebagai bendahara negara, ia mengaku memiliki tanggung jawab dan andil dalam formulasi kebijakan. Karenanya, ia akan berusaha untuk mendengarkan berbagai pandangan dan aspirasi di luar domain fiskal yang berdampak terhadap keuangan negara.

[Gambas:Instagram]

"Tidak ada trade-off antara kesehatan dan ekonomi. Keduanya ibarat bayi kembar siam yang tidak dapat dipisahkan. Maka, kalau tidak ada kesehatan, tidak ada ekonomi. Begitu juga sebaliknya," ujarnya melalui unggahan di akun Instagram @smindrawati.

Oleh karena itu, langkah pertama pemerintah adalah mengunci dana Rp75 triliun, khusus untuk kesehatan atau penyelamatan masyarakat dari pandemi virus corona.

Hal ini pula yang akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyusun rencana APBN 2021, khususnya reformasi di bidang kesehatan.

"Kepada seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang ada di garis depan, saya dapat merasakan beratnya hari-hari yang dihadapi. Namun, jangan menyerah, dan teruslah menyuarakan semangat untuk melawan covid-19 karana semangat untuk melawan adalah sinyal harapan bagi seluruh masyarakat," kata Ani.

[Gambas:Video CNN]

(chr/bir)