Pesanan Kue dan Hampers Online Meroket di Tengah Corona

CNN Indonesia | Senin, 25/05/2020 17:23 WIB
Top view of a wooden plate filled with chocolate chips cookies placed at the center of the frame. Ingredients for preparing and baking cookies are all around the plate. Some baked cookies are on a cooling rack. Ingredients includes are flour, eggs, chocolate chips, brown sugar and butter. Some kitchen utensils complete the composition. Predominant colors are brown and blue. Low key DSRL studio photo taken with Canon EOS 5D Mk II and Canon EF 100mm f/2.8L Macro IS USM Bisnis hampers dan kue online meroket saat Lebaran. Sebagian orang masih menyicip 'manisnya' bisnis kue di tengah pandemi corona. (Istockphoto/fcafotodigital)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pandemi virus corona rupanya tak selalu memberi kerugian ekonomi bagi masyarakat. Bagi sebagian orang, pandemi corona justru memberi rejeki, misalnya untuk toko kue online.

Sebab, pesanan paket kue-kue dalam keranjang alias hampers meroket tajam saat libur lebaran di tengah pandemi corona. Salah satunya dirasakan oleh Irene (25), penjual brownies online 'Casilla Marron' di Instagram.

Irene mengatakan permintaan hampers kue dari bisnis yang diluncurkan pada November 2019 lalu bahkan meningkat sekitar 2.000-3.000 persen pada ramadan dan lebaran dari bulan-bulan sebelumnya. Biasanya, Iren bilang, penjualan berkisar 1.000 kemasan per bulan.


"Tapi sekarang (lebaran) per hari kami rata-rata bisa mencapai ratusan kemasan. Kalau dibandingkan bulan-bulan sebelumnya naik hampir 20 kali lipat, itu berarti 2.000-3.000 persen," ungkap Irene kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/5).

Sayangnya, Irene masih enggan menyebut angka omzet yang dikantongi. Namun, sebagai gambaran, harga brownies dibanderol sekitar Rp55 ribu sampai Rp70 ribu untuk kemasan mini.

Kemasan ini berukuran 150 gram atau setara 16 potong brownies tergantung jenis rasa. Sementara untuk kemasan reguler sekitar Rp110 ribu sampai Rp135 ribu per kemasan berukuran 300 gram atau setara 32 potong brownies.

Jenis rasa yang ditawarkan ada empat, yaitu original, almond, red velvet, dan pistachio. Namun, khusus di lebaran kali ini, ada satu varian rasa baru, yakni speculous.

Khusus untuk hampers, sambungnya, penjualan paket ini semula tidak ditawarkan oleh bisnis yang berawal dari sesama rekan kerja dan keluarga ini. Namun, tren hampers yang meningkat jelang lebaran kali ini, membuat Casilla Marron melirik jenis penawaran ini.

Secara total, setidaknya ada 200 hampers yang terjual di momen lebaran ini. Harga yang ditawarkan sekitar Rp395 ribu sampai Rp410 ribu per hampers sesuai campuran jenis rasa yang diinginkan.

Masing-masing hampers berisi sebanyak tiga kemasan reguler, sehingga totalnya mencapai 300 kemasan hanya di momen ramadan dan lebaran saja.

"Sebelumnya kami tidak jual hampers, tapi kami melihat target market. Kalau saat Christmas (Natal) biasanya orang beli untuk teman jadi beli per bucket (kemasan), tapi untuk lebaran, orang kasih untuk satu keluarga, jadi butuh lebih banyak kue dan kami buat jadi hampers," jelasnya.

Bahkan, sambungnya, penjualan hampers paling meningkat ke luar kota. Ia menduga hal ini terjadi karena pembeli tidak bisa bersilaturahmi dan mudik langsung, sehingga lebih memilih untuk mengirimkan kue ke sanak saudara di luar kota.

"Penjualan paling banyak justru yang ke luar kota. Kami kirim melalui JNE (agen pengiriman). Tapi ada juga go-send untuk yang masih di Jakarta," tuturnya.

Atas peningkatan pesanan ini, Irene pun mengaku sempat kewalahan. Padahal, bisnis ini dikerjakan bersama satu orang teman kerja dan satu orang anggota keluarga.

"Kemarin sempat ambil pegawai harian, satu orang, untuk pengerjaan dua minggu di saat puncak pesanan karena banyak sekali pesanannya," katanya.

Senada, toko kue Almond Tree by The Harvest juga kebanjiran pesanan kue secara online jelang lebaran di tengah pandemi corona. Kendati tak ingin membuka total omzet yang diraih, namun Miftah (23), salah satu pegawai Almond Tree cabang Depok mengatakan penjualan bisa mencapai 50-100 kue dalam sehari.

Kue tersebut dibanderol dengan harga Rp300 ribu sampai Rp350 ribu. Ini merupakan kue basah dengan ukuran berkisar 20 cm x 20 cm.

"Khususnya penjualan kue basah ini meningkat tinggi. Biasanya di hari sebelum ramadan dan lebaran hanya sekitar 30 kue per hari, tapi sekarang meningkat jadi 50-100 kue per hari," ungkap Miftah.

Di tengah pandemi corona, sambungnya, pesanan kue yang masuk umumnya berasal dari aplikasi ojek online dan e-commerce. "Hampir 75 persen melalui online, orang memang sudah jarang beli langsung dan ini pun untuk pengantaran wilayah Depok saja," ucapnya.

Sementara untuk hampers, paket yang ditawarkan dibanderol dengan harga berkisar Rp350 ribu sampai Rp2,4 juta. Hampers ini hanya terdiri dari kue kering dengan berbagai rasa, seperti nastar, kastengel, dan lainnya.

"Hampers ini H-5 sudah kosong, tidak buat lagi kami karena sudah habis dipesan. Umumnya untuk pembelian besar sekitar 5 sampai 18 hampers dalam satu pesanan," katanya.

Jenis hampers yang paling laku adalah yang dibanderol dengan harga Rp350 ribu berisi tiga kaleng kue kering dan Rp2,4 juta berisi 21 kemasan kue.

[Gambas:Video CNN]

(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK