Hal itu sejalan dengan pedoman pada bisnis angkutan penumpang maupun barang yang mengurangi kontak fisik dan menerapkan protokol kesehatan.
VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, pedoman yang akan diterapkan ketika Kereta Api Jarak Jauh Reguler kembali beroperasi itu mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/Menkes/328/2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Diteruskan ke Surabaya, Jepang Akan Ikut Garap Kereta CepatSedangkan |
Pada proses boarding, penumpang harus menunjukkan tiket dan identitas penumpang kepada petugas boarding. Jika sudah diperiksa, maka penumpang melakukan scan tiket secara mandiri.
"Langkah ini untuk meminimalisasi kontak fisik antara penumpang dan petugas," ujar Joni.
Guna memastikan kesehatan penumpang, petugas akan mengukur suhu badan penumpang di atas kereta tiap 3 jam sekali. Jika ada penumpang yang kedapatan bersuhu badan 37,3 derajat Celsius atau lebih dan mengalami gejala covid-19, maka penumpang tersebut akan dipindah ke ruang isolasi yang ada di kereta.
"Bila kondisi penumpang perlu penanganan segera, kami akan menghubungi dokter atau petugas kesehatan di stasiun terdekat yang memiliki fasilitas pos kesehatan," ujar Joni.
Untuk menjamin kebersihan selama perjalanan, petugas rutin membersihkan objek-objek yang sering terpegang tangan setiap 30 menit sekali secara bergantian. Objek seperti pegangan pintu, pengunci pintu, keran air, tombol flush toilet, sandaran tangan, meja lipat, dan lainnya dibersihkan menggunakan pembersih yang mengandung disinfektan.
Petugas tersebut antara lain petugas loket, customer service, petugas boarding, kondektur, Polsuska, pramugari kereta, dan petugas kebersihan di atas kereta.
"Petugas juga kami lengkapi APD agar memberikan rasa aman kepada para pelanggan yang dilayani oleh petugas kami," jelas Joni.
"Kami mengimbau kepada para penumpang untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, melakukan cuci tangan, membawa hand sanitizer pribadi, menjaga kesehatan, melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat, serta tidak ragu melapor kepada petugas jika tiba-tiba merasa tidak sehat," kata Joni.
[Gambas:Video CNN]
Selain angkutan penumpang, KAI juga menerapkan pedoman new normal untuk angkutan barang seperti jaga jarak (physical distancing) di loket pelayanan barang, penyediaan wastafel portabel dan hand sanitizer.
KAI juga akan memastikan kebersihan fasilitas angkutan barang, memeriksa barang-barang yang akan diangkut secara mendetail serta mewaspadai setiap kiriman hewan dan atau kiriman lain yang berpotensi membahayakan kesehatan.
"Melalui pedoman ini, kami mempersiapkan seluruh aspek operasional bisnis perusahaan dalam menghadapi new normal nantinya," tutup Joni.