New Normal, Loket KAI Cuma Jual Tiket 3 Jam Sebelum Berangkat

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 19:25 WIB
Sejumlah penumpang dengan mengenakan masker di dalam gerbong kereta api luar biasa relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi lintas selatan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (12/5/2020). PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan kereta api luar biasa (KLB) jarak jauh untuk melayani penumpang yang dikecualikan sesuai aturan pemerintah dengan penerapan protokol pencegahan COVID-19 yang ketat hingga 31 Mei 2020 mendatang. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc. KAI akan menerapkan protokol kesehatan dalam operasional saat new normal. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan loket hanya difungsikan untuk pembelian tiket tiga jam sebelum jadwal keberangkatan saat tatanan normal baru (new normal) diterapkan. Sementara, pemesanan tiket hanya dapat dilakukan secara online yaitu melalui aplikasi KAI Access, web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi lainnya.

Hal itu sejalan dengan pedoman pada bisnis angkutan penumpang maupun barang yang mengurangi kontak fisik dan menerapkan protokol kesehatan.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, pedoman yang akan diterapkan ketika Kereta Api Jarak Jauh Reguler kembali beroperasi itu mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/Menkes/328/2020.


Saat ini, KAI masih menunggu arahan dari Kementerian Perhubungan dan terus memperhatikan perkembangan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah.

Lihat juga:
Diteruskan ke Surabaya, Jepang Akan Ikut Garap Kereta CepatSedangkan
"Pedoman ini dibuat untuk melindungi pegawai dan pelanggan kami dari kemungkinan terpapar covid-19 pada masa New Normal," ujar Joni Martinus dalam keterangan resminya, Jumat (29/5).

Dalam era new normal, saat memasuki area stasiun masyarakat diwajibkan untuk memakai masker dan bersuhu tubuh kurang dari 37,3 derajat Celsius.

Pada proses boarding, penumpang harus menunjukkan tiket dan identitas penumpang kepada petugas boarding. Jika sudah diperiksa, maka penumpang melakukan scan tiket secara mandiri.

"Langkah ini untuk meminimalisasi kontak fisik antara penumpang dan petugas," ujar Joni.

Selama perjalanan, selain menggunakan masker, penumpang juga diharuskan mengenakan pelindung wajah (face shield) yang disediakan oleh KAI. Face shield tersebut wajib digunakan penumpang hingga keluar dari area stasiun kedatangan.

Guna memastikan kesehatan penumpang, petugas akan mengukur suhu badan penumpang di atas kereta tiap 3 jam sekali. Jika ada penumpang yang kedapatan bersuhu badan 37,3 derajat Celsius atau lebih dan mengalami gejala covid-19, maka penumpang tersebut akan dipindah ke ruang isolasi yang ada di kereta.

"Bila kondisi penumpang perlu penanganan segera, kami akan menghubungi dokter atau petugas kesehatan di stasiun terdekat yang memiliki fasilitas pos kesehatan," ujar Joni.

Untuk menjamin kebersihan selama perjalanan, petugas rutin membersihkan objek-objek yang sering terpegang tangan setiap 30 menit sekali secara bergantian. Objek seperti pegangan pintu, pengunci pintu, keran air, tombol flush toilet, sandaran tangan, meja lipat, dan lainnya dibersihkan menggunakan pembersih yang mengandung disinfektan.

Joni mengatakan, dalam melayani pelanggan pada new normal, petugas frontliner KAI yang berpotensi kontak jarak dekat dengan penumpang dibekali dengan APD berupa masker, sarung tangan, dan face shield.

Petugas tersebut antara lain petugas loket, customer service, petugas boarding, kondektur, Polsuska, pramugari kereta, dan petugas kebersihan di atas kereta.

"Petugas juga kami lengkapi APD agar memberikan rasa aman kepada para pelanggan yang dilayani oleh petugas kami," jelas Joni.

"Kami mengimbau kepada para penumpang untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, melakukan cuci tangan, membawa hand sanitizer pribadi, menjaga kesehatan, melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat, serta tidak ragu melapor kepada petugas jika tiba-tiba merasa tidak sehat," kata Joni.

[Gambas:Video CNN]

Selain angkutan penumpang, KAI juga menerapkan pedoman new normal untuk angkutan barang seperti jaga jarak (physical distancing) di loket pelayanan barang, penyediaan wastafel portabel dan hand sanitizer.

KAI juga akan memastikan kebersihan fasilitas angkutan barang, memeriksa barang-barang yang akan diangkut secara mendetail serta mewaspadai setiap kiriman hewan dan atau kiriman lain yang berpotensi membahayakan kesehatan.

"Melalui pedoman ini, kami mempersiapkan seluruh aspek operasional bisnis perusahaan dalam menghadapi new normal nantinya," tutup Joni.

(hrf/sfr)