Nasabah Indosurya Datangi Bareskrim Minta Tersangka Ditahan

CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2020 18:17 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 195 poin atau 1,33 persen ke level Rp14.415 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,039 poin atau 0,04 persen ke level 97,869 pada pukul 14.53 WIB. Nasabah KSP Indosurya Cipta mendatangi Bareskrim Polri dan meminta polisi bergerak cepat menahan dan menyita aset tersangka. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah nasabah dan kuasa hukum nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta menyambangi Bareskrim Polri untuk meminta polisi bergerak cepat menindak para tersangka kasus gagal bayar dana nasabah.

"Kalau memang sudah didapatkan dugaan atau bukti yang kuat untuk menahan pihak yang melakukan kejahatan, tentunya kami berharap dapat dilakukan penahanan," ujar Kuasa Hukum Otto Hasibuan, Rabu (3/6).

Dugaan tindak pidana yang dilakukan tersangka disebut Otto mengakibatkan kerugian ratusan miliar hingga berpotensi mencapai Rp1 triliun.


"Mewakili hampir 160 orang nasabah dengan total kerugian Rp400 miliar lebih, mungkin bisa sampai Rp1 triliun," katanya.

Tidak hanya meminta polisi menahan tersangka, nasabah yang dirugikan juga mendesak dilakukan penelusuran aset-aset terkait kasus gagal bayar dan melakukan penyitaan.

"Terutama, untuk melakukan penyitaan aset-aset berasal atau dipergunakan untuk kejahatan," imbuhnya

Para nasabah, lanjut dia, juga berharap agar kepolisian dapat melakukan penelusuran terhadap dana-dana yang mungkin ditransfer ke luar ngeri atau dengan cara tindakan pencucian uang lainnya.

"Sebab, kalau melihat aset yang ada sekarang ini bisa dibayarkan ke nasabah, kecil sekali. Harapan kami, siapa tahu ada dana milik nasabah sudah disamarkan, dicuci, diganti dengan barang lain, bisa berupa saham atau berupa aset yang lain di dalam maupun luar negeri," jelas Otto.

Nasabah KSP Indosurya Cipta sebelumnya memperkirakan jumlah kerugian masyarakat yang terjadi akibat kasus gagal bayar perusahaan tersebut mencapai Rp12 triliun.

Perkiraan kerugian tersebut, mengacu jumlah nasabah koperasi yang pada 2018 lalu mencapai 8.000 orang dan total asset under management (AUM) yang mencapai Rp10 triliun.

Sayangnya sambung Otto, kepolisian cenderung bergerak lambat dalam melakukan penelusuran aset-aset tersangka. "Tadi kami ketemu, baru aset-aset kecil yang ditelusuri. Padahal, dugaan kami bisa sampai Rp14 triliun," ucapnya.

"Karena itu, penahanan harus dilakukan, karena kalau belum ditahan potensi uang dilarikan ke mana saja itu masih besar," tukas Otto.

Diketahui Bareskrim telah menetapkan dua orang tersangka berinisial HS dan SA dalam kasus dugaan gagal bayar nasabah KSP Indosurya Cipta.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan HS dan SA ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menghimpun dana masyarakat tanpa izin dari regulator. Kendati demikian, ia enggan membuka identitas dan juga jabatan dari kedua tersangka itu kepada publik.

Dalam hal ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 46 UU No.10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

[Gambas:Video CNN]

(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER