Laporan yang diterbitkan oleh Institute for Policy Studies pada Kamis (4/6) menyebut total kekayaan mereka melesat 19 persen menjadi US$3,5 triliun sejak 18 Maret 2020, titik terburuk situasi pandemi virus corona.
Orang terkaya di dunia, bos Amazon Jeff Bezos, mencatatkan lonjakan kekayaan menjadi US$36,2 miliar atau Rp506,8 triliun (kurs Rp14 ribu) melebihi kekayaannya pada 18 Maret lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Raja Kasino Makau Stanley Ho Tutup Usia |
"Pasar modal lepas landas dan terlepas dari sektor riil, ini memperburuk kesenjangan," jelas kepala strategi pasar global Invesco Kristina Hooper.
Terlepas dari demonstrasi besar-besaran dan tingginya angka pengangguran, pasar modal Nasdaq berada pada titik rekor, ini menggarisbawahi betapa cepatnya Wall Street pulih.
[Gambas:Video CNN]
Respon darurat The Fed memangkas suku bunga menjadi nil dan persetujuan pembelian obligasi dalam jumlah tak terbatas menjadi kunci pemulihan pasar modal. Para investor 'dipaksa' untuk bertaruh berinvestasi pada ekuitas dan menjadikan perusahaan teknologi meraup untung paling besar.
Perusahaan teknologi raksasa tak hanya bertahan tapi malah berkembang pesat. Tengok saja harga saham Amazon yang meroket sebesar 47 persen sejak pertengahan Maret.
Facebook pun dengan cepat berhasil pulih dan menyentuh rekor terbaiknya. Kekayaan bersih Mark Zuckerberg kini meroket menjadi US$30,1 miliar atau Rp421,4 triliun (kurs Rp14 ribu) sejak 18 Maret lalu.