Dikutip dari AFP, data per Kamis (4/6) menunjukkan pekerja yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) di AS mencapai 42 juta orang.
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan sebanyak 1,87 juta pekerja mengajukan klaim tunjangan pengangguran pada pekan lalu. Namun, jumlah itu berkurang 249 ribu dari pekan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data ini menjadi sebuah indikasi bahwa jutaan orang telah menolak klaim tunjangan pengangguran mereka. Artinya sejak 23 Mei ada kemungkinan mereka telah dipekerjakan kembali.
Namun, angka jumlah pengangguran di AS pada Mei diperkirakan akan mengalami kenaikan saat Departemen Tenaga Kerja mengumumkan data terbaru pada Jumat (5/6) waktu setempat. Perkiraannya naik ke angka 20 persen dibandingkan 14,7 persen pada April lalu.
Menyikapi kondisi ini, Sekretaris Buruh AS Eugene Scalia optimistis tingkat pengangguran yang tinggi karena pandemi virus corona akan turun di bawah angka 10 persen pada akhir 2020.
"Banyak dari lapangan pekerjaan akan kembali dengan cepat karena mereka masih di sana," ujar Scalia.
(jal/age)