Ekonom Bank SEB Olle Holmgren mengatakan Swedia akan mencetak rekor penurunan laju ekonomi pada kuartal kedua nanti. Padahal, kuartal I lalu, Swedia mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 0,1 persen.
"Rebound kemungkinan terjadi, tapi jelang akhir tahun. Kami memperkirakan akan butuh waktu lama sebelum situasi kembali normal," ujarnya, mengutip AFP, Minggu (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ribuan Orang AS Sukarela di-PHK |
Jumlah itu empat kali lebih banyak dari Denmark atau 10 kali lebih tinggi dari Norwegia yang memberlakukan karantina wilayah secara ketat.
[Gambas:Video CNN]
Laju Ekonomi Minus
Pemerintah Swedia, April lalu, sempat memproyeksi PDB negaranya akan terkontraksi 4 persen pada tahun ini. Proyeksi ini jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan awal tahun bahwa pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 1,1 persen pada 2020.
Namun, Komisi Uni Eropa memprediksi PDB Swedia minus 6,1 persen. Realisasi ini masih lebih baik ketimbang Jerman yang negatif 6,5 persen atau zona Eropa yang minus 7,7 persen. Prospek yang disajikan bank sentral Swedia malah lebih parah lagi, yakni PDB merosot hingga 10 persen.
Maklum, ekspornya turun tajam. Padahal, sumbangsih ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi Swedia mencapai 50 persen.
"Sebanyak 70 persen ekspor kami masuk ke Uni Eropa. Namun, penutupan di Jerman, Inggris, dan negara Eropa lainnya akan menekan ekspor Swedia," kata pemerintah setempat.
(afp/bir)