Mengutip AFP, Rabu (10/6), IMF mengatakan program bantuan itu berlangsung selama 18 bulan. Tujuannya, memberikan keseimbangan pembayaran, dukungan anggaran, dan reformasi struktural kepada Ukraina.
"Untuk memastikan bahwa Ukraina siap untuk kembali ke pertumbuhan ekonomi ketika krisis berakhir," ujar IMF melalui laman resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imbasnya, anggaran Ukraina tahun ini akan terpukul keras akibat penurunan pendapatan dan pengeluaran besar untuk menanggulangi covid-19.
"Ketidakpastian besar dan ekonomi diproyeksikan kontraksi tajam pada 2020 karena langkah-langkah pengekangan, baik di Ukraina dan global, sehingga menyebabkan penurunan permintaan domestik dan eksternal yang cukup besar," tulis IMF.
Biasanya, perjanjian ini diikuti dengan imbalan program reformasi. Skema serupa pernah berhasil diterapkan untuk bantuan senilai SU$3,9 miliar selama 14 bulan untuk menjaga stabilitas ekonomi selama tahun pemilu.
Sebelumnya, Ukraina juga pernah mendapatkan bantuan senilai US$1,4 miliar sebagai salah satu negara termiskin di Eropa.
Secara terpisah, IMF juga menyetujui dana bantuan kepada Papua Nugini sebesar US$363,6 juta. Serupa, dana bantuan darurat itu juga digunakan Papua Nugini perang melawan pandemi.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)