Dilansir dari AFP, Rabu (10/6), Ahli Statistik Senior Biro Statistik China Dong Lijuan mengungkapkan inflasi melandai karena perlambatan inflasi pangan seiring meningkatnya pasokan bahan pangan segar ke pasar dan daging babi.
Sebagai pengingat, inflasi konsumen China mendekati level tertingginya dalam delapan tahun terakhir pada awal tahun ini. Salah satu pemicu utamanya adalah harga daging babi yang melesat karena serangan flu babi afrika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrik di China tengah berupaya bangkit dari kontraksi tajam pada tiga bulan pertama tahun ini karena pandemi virus corona. Sebagai catatan, wabah itu membuat aktivitas industri China tertahan demi mencegah penyebarannya.
Kendati demikian, penyebaran virus secara global membuat permintaan dari mitra dagang utama China merosot. Imbasnya, harga pabrikan merosot.
Selain itu, Dong mengungkapkan penurunan PPI juga tak tepas dari menurunnya harga minyak dan komoditas utama lain.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/bir)