Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Kredit Bank Sisa 3 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 13:26 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan kinerja terbaru APBN 2019 di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 18 November 2019. CNNIndonesia/Safir Makki Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut tren kredit bank yang biasanya tumbuh 12 persen per tahun, menjadi hanya 3 persen karena kebijakan restrukturisasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut pertumbuhan kredit bank terjun bebas selama pandemi virus corona. Bila aliran kredit biasanya tumbuh 12 persen per tahun, kini pertumbuhannya hanya tersisa 3 persen saja.

"Karena institusi keuangan memberikan restrukturisasi selama 6 bulan-12 bulan, pertumbuhan kredit jatuh. Tidak ada kredit. Kredit yang biasanya tumbuh 12 persen per tahun turun ke 9 persen dan sekarang hanya 3 persen-4 persen. Itu saja masih beruntung bisa positif," ujarnya, Senin (29/6).


Meski tak merinci periode pertumbuhan yang dimaksudnya, namun menteri yang kerap dipanggil Ani ini menyebut pertumbuhan positif disumbang oleh beberapa sektor yang masih mencetak pertumbuhan, seperti kesehatan dan makanan dan minuman (mamin).



Sementara, untuk sektor lainnya, pertumbuhan disebut stagnan akibat terganggunya sisi permintaan dan pasokan. Bahkan, sektor-sektor lainnya tersebut menerima restrukturisasi kredit, sehingga aliran kredit jalan di tempat.

Oleh karena itu, ia bilang pemerintah mengalokasikan anggaran untuk menjamin likuiditas lembaga peminjam agar masyarakat masih dapat menerima pinjaman di luar restrukturisasi kredit yang ada (existing).

Ia mengatakan kebijakan tersebut diambil demi menyalurkan pinjaman modal kerja kepada pelaku usaha. Jika tak dijamin negara, Ani khawatir lembaga peminjam hanya akan sebatas memberikan relaksasi kredit demi menjaga likuiditas masing-masing.


"Pemerintah mencoba untuk melakukan manajemen risiko dan asuransi dalam kebijakan modal kerja baru sehingga bank merasa aman meminjamkan kembali dan perusahaan merasa terlindungi," katanya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan nasional mencatat pertumbuhan kredit 7,95 persen per Maret 2020. Pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit valas.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)