Empat Karyawan Holding Tambang BUMN Meninggal karena Corona

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 16:40 WIB
Pemakaman jenazah kasus COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (26/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 10-23 April 2020, tren pemakaman yang menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 cenderung menurun, dimana sebelumnya mencapai 50 orang yang meninggal per hari kini 40-30 orang per hari. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc. Jumlah kasus positif corona di lingkungan holding BUMN tambang mencapai 303 orang di mana 206 orang sembuh dan 4 orang meninggal dunia. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 4 orang karyawan holding BUMN tambang MIND ID meninggal akibat virus corona. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) Orias Petrus Moedak saat menghadiri rapat dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (30/6).

Sementara secara total, jumlah kasus positif di lingkungan kerja Mind ID kini mencapai 303 orang. Rinciannya 22 orang positif di PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, 5 orang di PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dan 26 orang di PT Freeport Indonesia (PTFI).

Sementara kasus positif Covid-19 di Inalum dan PT Timah masih belum ditemukan.


"Ada 303 karyawan positif, telah sembuh 206 orang dan meninggal 4 orang, kemudian orang tanpa gejala ada 359 orang," ujarnya.

Orias melanjutkan jumlah status orang dalam pemantauan (ODP) di PT FI saat ini mencapai 496 orang sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sudah mencapai 156 orang.

Meski demikian, Mind ID selaku holding BUMN pertambangan telah melakukan sejumlah langkah untuk merespon penyebaran Covid-19 di lingkungan perusahaan baik PTFI maupun di perusahaan lain.

Beberapa di antaranya adalah membuat pedoman pencegahan covid-19, mekanisme pelaksanaan work from home dan work from office, serta protokol sosialisasi dan kampanye pencegahan covid-19.

[Gambas:Video CNN]

Hal tersebut tak hanya diterapkan di area pertambangan melainkan juga perkantoran yang ada di Papua maupun di Jakarta.

"Aktivitas lain yang terjadi di perusahaan yaitu pengecekan suhu badan kemudian penerapan work from home terutama untuk karyawan yang berkantor di Jakarta kemudian penundaan perjalanan dinas dan penggantian mekanisme rapat menjadi secara virtual," pungkas Orias.

 

(hrf/sfr)