Deutsche Bank didenda US$150 juta karena meloloskan ratusan transaksi bernilai jutaan dolar AS Jeffrey Epstein, terdakwa kasus pelecehan seksual terhadap remaja (pedofil). Otoritas keuangan New York menilai Deutsche Bank gagal membendung transaksi jumbo Epstein yang seharusnya mendapat pengawasan ketat.
Mengutip CNN.com, Rabu (8/7), hukuman tersebut juga terkait dengan hubungan Deutsche Bank dengan lembaga keuangan lainnya yang dilanda skandal Epstein, yakni Danske Bank Estonia dan FBME Bank.
Departemen Layanan Keuangan New York menyebut bahwa Deutsche Bank gagal mendeteksi transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh miliarder, yang meninggal bunuh diri pada Agustus 2019 lalu saat menunggu persidangan atas tuduhan kasus pelecehan seksual dan pedofil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Transaksi mencurigakan yang dimaksud adalah pembayaran kepada individu-individu yang secara terbuka membantu Epstein menjaring perempuan di bawah umur.
"Termasuk pembayaran untuk model muda Rusia, biaya sekolah anak-anak remaja, biaya hotel, dengan kebanyakan korban bernama belakang Eropa Timur," tulis departemen itu.
Wasit industri keuangan AS tersebut mengatakan bank kelas kakap yang berbasis di Jerman itu telah gagal memonitor aktivitas akun pelaku kejahatan seks, setelah kegagalan sebelumnya yang terkait dengan pelanggaran kriminal.
Dalam pernyataan resmi, manajemen Deutsche Bank mengakui kesalahan dalam pengawasan transaksi Epstein. "Ini kelemahan dalam proses kami, dan kami telah belajar dari kesalahan dan kekurangan kami," tulis manajemen.
Menyadari hal tersebut, sebetulnya manajemen sempat menghubungi penegak hukum, serta menawarkan bantuan yang diperlukan usai Epstein ditangkap, beberapa waktu sebelum sang miliarder bunuh diri jelang persidangan.
"Reputasi kami adalah aset kami yang paling berharga dan kami sangat menyesali hubungan kami dengan Epstein," terang manajemen.
Atas upayanya tersebut, Deutsche Bank sempat dipuji karena kooperatif dalam investigasi. Bahkan, karena Deutsche Bank pula, mencuat penjelasan transaksi keuangan Epstein yang selama ini menjadi misteri.
Epstein diketahui kerap menggunakan uang tunai sebesar US$200 ribu per tahun untuk melancarkan aksinya kepada remaja-remaja berusia sekitar 14 tahun.