Survei BI, Bank Bakal Lebih Longgar Kucurkan Kredit

CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 11:47 WIB
Seorang teller menghitung transaksi uang tunai di Bank Mandiri cabang Pertamina UPMS III Jakarta, Senin, 20 Juli 2015. Sejumlah bank nasional tetap buka secara terbatas selama libur Lebaran untuk memberikan layanan perbankan kepada masyarakat yang akan melakukan berbagai transaksi keuangan. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. Survei Bank Indonesia memprediksi bank lebih longgar dalam menyalurkan kredit pada kuartal III 2020. Hal itu terindikasi dari penurunan Indeks Lending Standard. Ilustrasi. (Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Industri perbankan diprediksi lebih longgar dalam menyalurkan kredit pada kuartal III 2020. Hal itu tercantum dalam Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) Kuartal II 2020.

"Kebijakan penyaluran kredit pada triwulan III-2020 diprakirakan lebih longgar, terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 3,9 persen, lebih rendah dibandingkan 35,5 persen pada triwulan sebelumnya," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (15/7).

Survei yang sama mengungkap pelonggaran standar penyaluran kredit dilakukan pada seluruh jenis kredit, dengan aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar yaitu plafon kredit, agunan, dan jangka waktu kredit.


Pelonggaran penyaluran kredit diberikan saat permintaan melempem di tengah pandemi virus corona.

Survei BI mengindikasikan pertumbuhan kuartalan kredit baru pada kuartal II menurun dari periode sebelumnya.

Kondisi itu tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada kuartal II 2020 sebesar minus 33,9 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, 23,7 persen, dan 78,3 persen pada kuartal II 2020.

Berdasarkan jenis penggunaan, penurunan pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit, dengan penurunan terbesar pada jenis kredit investasi.

[Gambas:Video CNN]

Pada kuartal III 2020, pertumbuhan kredit baru diprediksi meningkat. Namun, lajunya tidak setinggi periode yang sama pada tahun lalu.

Sepanjang 2020, hasil survei mengindikasikan pertumbuhan kredit melambat.

"Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 2,5 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1 persen dan prakiraan pada survei periode sebelumnya sebesar 5,5 persen," ujarnya.

(sfr/agt)