Polis Macet, Nasabah Asuransi Jiwa Kresna Sambangi OJK

CNN Indonesia | Jumat, 24/07/2020 14:34 WIB
Nasabah melaporkan PT Asuransi Jiwa Kresna menunda pembayaran polis produk Kresna Link Investasi dan Protecto Investa Kresna. Nasabah melaporkan PT Asuransi Jiwa Kresna menunda pembayaran polis produk Kresna Link Investasi dan Protecto Investa Kresna. Ilustrasi. (Diolah dari iStockphoto/scyther5).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 15 orang nasabah PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life Insurance) mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bilangan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Santy, salah satu nasabah Kresna Life menjelaskan kedatangan mereka bertujuan untuk meminta pertolongan kepada OJK memediasi nasabah dengan pihak asuransi.

Pasalnya, perusahaan menunda pembayaran dua produk asuransinya, yakni Kresna Link Investa (KLITA) dan Protecto Investa Kresna (PIK).


"Kenapa sampai kami repot-repot ke sini? Karena mereka itu (Kresna Life) tidak bisa dijangkau sama sekali. Email sudah, tidak dibalas, kami datang tidak ditemui," ujarnya, Jumat (24/7).

Terhitung, sudah tiga hari mereka mendatangi kantor OJK di Gedung Wisma Mulia II itu sejak Rabu (22/7) lalu. Santy mengatakan pada hari pertama jumlah nasabah yang datang mencapai 22 orang, lalu sebanyak 19 orang pada hari berikutnya.

"Sebetulnya lebih banyak nasabah yang mau ikut datang, tapi karena covid-19 jadi kami menyesuaikan," ucapnya.

Ia menjelaskan pada Rabu dan Kamis lalu, kedatangan mereka hanya diterima oleh petugas keamanan. Mereka diminta untuk menyerahkan sejumlah dokumen berkaitan dengan laporan penundaan pembayaran polis oleh Kresna Life Insurance.

Namun, hari ini perwakilan pihak OJK telah mendatangi mereka.

"Hari ini kami diantar ke mailing room, ada petugas yang memandu kami. Jadi, benar-benar OJK sudah turun tangan sendiri. Kami belum dijanjikan pertemuan lebih lanjut, tapi kami sudah dikasih nomor untuk konsultasi," ucapnya.

Mereka mengatakan pihak Kresna Life Insurance mengeluarkan kebijakan penundaan pembayaran polis yang sifatnya sepihak tanpa melibatkan nasabah. Ini bermula ketika anak usaha Kresna Group itu meminta nasabah memperpanjang (roll over) polis mereka pada Februari lalu.

Semenjak itu, perusahaan beberapa kali mengundur pembayaran polis serta berhenti memberikan manfaat kepada nasabah terhitung sejak Mei.

Santy menuturkan pihak Kresna Life Insurance hanya sekali melakukan pertemuan melalui zoom dengan sejumlah nasabah. Namun, pihak manajemen tidak memberikan jawaban dan penjelasan pasti mengenai kondisi perusahaan.

"Kalau kami tanya kepada mereka, mereka hanya menjawab kami ada masalah likuiditas. Jadi, kami harus menunggu sampai kapan tidak tahu. Kami khawatir sekali sebetulnya, ini yang mendasari kedatangan kami dan juga kami tidak punya informasi karena mereka tidak terbuka," imbuhnya.

Sebelumnya, manajemen Kresna Life Insurance telah menyatakan gagal bayar akibat masalah likuiditas yang membelit perusahaan.

Dalam surat bertanggal 14 Mei yang dikirim perusahaan kepada para nasabah, manajemen Kresna mengatakan bahwa telah terjadi keadaan kahar/memaksa (force majeure) yang mengakibatkan terhalangnya kemampuan finansial perusahaan untuk memenuhi kewajiban kepada polis K-LITA dan PIK.

"Maka dari itu dengan berat hati kami memohon bapak atau ibu dapat memaklumi bahwa perusahaan akan memudahkan memberhentikan pelaksanaan kewajibannya untuk sementara waktu," ucap Direktur Utama Asuransi Jiwa Kresna Kurniadi Sastrawinata.

Namun, ia mengatakan manajemen tetap bakal mengupayakan semaksimal mungkin untuk memenuhi hak dari para pemegang polis dan menyampaikan bahwa mereka akan menunda setiap transaksi penebusan polis yang akan dan atau telah jatuh tempo dari tanggal 11 Februari 2020 sampai tanggal 10 Februari 2021.

Mengutip laman resmi Kresna Life, KLITA adalah Produk Asuransi Jiwa Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) dalam bentuk unit atau unit link. Produk ini memberikan manfaat asuransi meninggal dunia dan imbal hasil investasi.

[Gambas:Video CNN]

Sedangkan, PIK adalah produk asuransi jiwa konvensional dwiguna dengan dua keuntungan sekaligus yaitu perlindungan risiko meninggal dunia akibat kecelakaan dan imbal hasil investasi.

CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo. Namun, yang bersangkutan belum menjawab.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK