Klien Bongkar Perusahaan Afiliasi Jouska Kelola Dana Besar

CNN Indonesia | Jumat, 24/07/2020 17:15 WIB
Klien membeberkan cara Jouska dalam mengendalikan investasi mereka. Kendali dilakukan dengan melibatkan perusahaan afiliasi. Klien mengungkap cara Jouska dalam mengendalikan investasi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Jouska Finansial Indonesia diduga melakukan permainan dengan mengarahkan kliennya menandatangani kontrak pengelolaan rekening dana investor (RDI) dengan perusahaan berafiliasi dengan Jouska,  PT Mahesa Strategis Indonesia (MSI).

Dari dokumen resmi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM yang diterima oleh CNNIndonesia.com menunjukkan Founder dan CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno merupakan pemegang saham utama di kedua perusahaan tersebut.

Aakar tertulis memegang 70 persen kepemilikan saham atau 350 dari total 500 saham yang diterbitkan oleh MSI. Mahesa merupakan perusahaan yang disahkan lewat SK AHU-0006393.AH.01.01.Tahun 2019 pada 6 Februari 2019.


Perusahaan berbentuk perseroan tertutup. Perusahaan bergerak di aktivitas konsultasi manajemen dan investasi dan perdagangan berjangka. Serta aktivitas keuangan dan asuransi, jasa keuangan, dana pensiun, dan penunjang jasa keuangan lainnya.

Sementara, dalam SK PT Jouska Finansial Indonesia bernomor AHU-0014429.AH.01.01.Tahun 2018, Aakar tercatat memiliki 2.820 saham dari total 3.000 saham yang diterbitkan pada 2018.

Sumber CNNIndonesia.com mengungkapkan bahwa dirinya ditawari untuk menandatangani surat kesepakatan bersama dengan PT Mahesa Strategis Indonesia saat akan memperbarui kontak tahun kedua pada 2019 silam.

Tak banyak tanya, ia pun setuju dan menandatangani surat perjanjian tersebut yang salah satu poinnya pihak pertama (klien) memberikan kekuasaan utuh kepada pihak kedua (Mahesa) untuk melakukan pembentukan portofolio investasi.

"Pihak kedua akan melakukan portofolio investasi 100 persen di saham dan mengacu pada ketentuan pasar modal Indonesia," seperti dikutip dari salah satu poin kebijakan investasi klien.

Selain itu, juga disebutkan bahwa klien dilarang menarik dana pada portofolio yang terikat perjanjian selama periode masa kontrak tanpa persetujuan financial planner.

Artinya, baik Jouska dan Mahesa dapat mengatasnamakan klien untuk menentukan portofolio investasi. Lebih lanjut, modal klien juga dikenakan biaya potongan 12,5 persen dari selisih untung bersih setiap periodenya.

"Jika Jouska adalah real financial planner, tidak sepantasnya mereka juga yang memegang kendali investasi, mereka semestinya hanya bisa menyarankan," ungkapnya.

Ia juga mengaku hampir 70 persen dari total investasinya dibelikan saham tertentu yaitu PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) dan reksa dana Philip Money Market Fund.

Sempat kaget karena dana investasinya jatuh besar, klien sempat mempertanyakan nasib investasinya. Namun, keinginannya memindahkan investasi tak dituruti. Pihak Jouska hanya memberikan penjelasan mengenai bisnis yang tak sesuai dengan rencana.

Kapok, klien tak lagi memperpanjang kontraknya dengan Jouska dan mengakhiri kontrak tahun ini dengan total kerugian mencapai Rp48 juta.

CNNIndonesia.com telah meminta konfirmasi Founder dan CEO PT Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan tak memberikan tanggapan.

Cuma sebelumnya, Aakar hanya mengajak semua pihak yang merasa dirugikan Jouska untuk menempuh prosedur hukum.

(wel/agt)