Airbus Rugi Rp31,9 Triliun karena Corona

CNN Indonesia | Jumat, 31/07/2020 10:36 WIB
Airbus merugi 1,9 miliar euro atau stara Rp31,9 triliun hingga semester I 2020 karena pemesanan pesawat berkurang 50 persen di tengah corona. Airbus merugi 1,9 miliar euro atau stara Rp31,9 triliun hingga semester I 2020 karena pemesanan pesawat berkurang 50 persen di tengah corona. (Reuters).
Jakarta, CNN Indonesia --

Airbus menderita rugi bersih sebesar 1,9 miliar euro atau US$2,2 miliar (setara Rp31,9 triliun dengan kurs Rp14.500 per dolar AS) sepanjang semester I 2020. Hal ini terjadi setelah pengiriman pemesanan pesawat berkurang 50 persen di tengah krisis akibat pandemi virus corona.

Airbus mengaku hanya mengirimkan 196 pesawat dalam enam bulan pertama tahun ini. Pengiriman pesawat turun drastis karena maskapai di seluruh dunia memangkas jadwal penerbangannya untuk menghentikan penularan virus corona.

"Dampak pandemi covid-19 (virus corona) sangat terasa pada keuangan kami, di mana pengiriman pesawat komersial kami berkurang separuhnya pada semester I 2020 dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Kepala Airbus Guillaume Faury, dikutip dari AFP, Kamis (30/7).


Faury mengungkapkan pendapatan perusahaan anjlok 39 persen menjadi hanya 18,9 miliar euro pada semester I 2020. Penurunan drastis khususnya terjadi pada kuartal II 2020 yang mencapai 55 persen.

Airbus pun memangkas produksinya sebesar 40 persen karena lalu lintas udara diperkirakan tak kembali seperti sebelum ada pandemi virus corona. Perusahaan hanya akan memproduksi 40 Airbus tipe A320 setiap bulan dari sebelumnya yang mencapai 60 unit.

Sebelumnya, manajemen Airbus mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 15 ribu atau 11 persen karyawan mereka di seluruh dunia. Hal ini sejalan dengan tekanan keuangan yang dialami perusahaan.

Airbus merinci jika jadi dilakukan PHK akan dilakukan terhadap karyawan di beberapa negara. Untuk Perancis, jumlah karyawan yang di PHK akan mencapai 5.000 orang.

Untuk Jerman, karyawan yang akan di PHK sebanyak 5.100, Spanyol 900, Inggris 1.700 posisi dan 1.300 posisi lainnya di situs Airbus lainnya di seluruh dunia.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK