Kreditplus Investigasi Dugaan Kebocoran Data Nasabah

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 13:13 WIB
Kreditplus menyatakan tengah menginvestigasi kebocoran data 896 ribu nasabah. Data 896 ribu nasabah Kreditplus diduga bocor dan diperjualbelikan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Finansia Multi Finance atau Kreditplus menyatakan tengah menginvestigasi dugaan kebocoran data 896 ribu data nasabah mereka.  Informasi tersebut disampaikan customer service perusahaan bernama Yola yang dihubungi CNNIndonesia.com.

"Kami mohon maaf atas informasi di media sosial tersebut. Mengenai hal tersebut saat ini masih dalam investigasi dan tindak lanjut oleh tim terkait kami," ujarnya, Selasa (4/8).

Ia mengaku banyak nasabah Kreditplus yang menghubungi perusahaan untuk mengkonfirmasi kabar tersebut melalui email dan telepon. Namun, ia menuturkan pihak kantor pusat belum memberikan informasi lebih lanjut karena masih melakukan investigasi.


Ia memastikan bahwa KreditPlus menjaga kerahasiaan seluruh data konsumen tidak disebarluaskan.

"Dari tim kami masih mencari tahu untuk penyebarnya, takutnya di sini cuma hoaks belaka, makanya sedang diinvestigasi oleh tim terkait," ucapnya.

Informasi soal kebocoran data nasabah dan penjualannya dibagikan oleh Teguh Aprianto, pemilik akun @secgron. Dalam cuitannya, ia menuliskan sejumlah data yang bocor dan dijual.

"896 ribu data milik KreditPlus bocor dan dijual. Data yang bocor diantaranya: Nama, KTP, Email, Password, Alamat, Nomor HP, Data pekerjaan, Data keluarga penjamin," kata Teguh seperti dikutip dari akun twitternya, Selasa (4/8).

Kreditplus sendiri adalah perusahaan pembiayaan yang berdiri sejak 1994. Kreditplus memiliki fokus pelayanan pembiayaan motor, mobil, dan peralatan berat.

Kreditplus menawarkan sejumlah fasilitas pembiayaan, meliputi pembiayaan multi produk, agunan mobil, dan agunan motor.

Perusahaan pembiayaan ini sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam cuitan itu, Teguh juga mencantumkan OJK sebagai regulator dan pengawas lembaga jasa keuangan.

"KreditPlus sendiri adalah perusahaan finansial yang terdaftar dan diawasi oleh @ojkindonesia," ibunya.

Dalam cuitan itu, ia juga melampirkan sebuah tangkapan layar yang berisi penawaran data nasabah Kreditplus yang dijual oleh sebuah akun. Penawan itu terjadi pada Juni 2020.

Tulisan yang diunggah pada 3 Agustus itu telah mendapatkan 3.500 retweet dan komentar dari para netizen.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/agt)