OJK Konfirmasi Kreditplus Soal Dugaan Kebocoran Data Nasabah

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 13:47 WIB
OJK mengaku akan meminta konfirmasi kepada Kreditplus terkait dugaan kebocoran dan penjualan data nasabah. OJK mengaku akan meminta konfirmasi kepada Kreditplus terkait dugaan kebocoran dan penjualan data nasabah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku akan meminta konfirmasi kepada PT Finansial Multi Finance atau Kreditplus terkait dugaan kebocoran dan penjualan data nasabah. Informasi tersebut muncul di media massa, Twitter.

"Kami sedang meminta konfirmasi kepada Kreditplus terkait dengan pemberitaan media sosial tersebut," ujar juru bicara OJK Sekar Putih Djarot kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/8).

Informasi tersebut dibagikan oleh Teguh Aprianto, pemilik akun @secgron. Ia menuliskan sejumlah data yang bocor dan dijual.


"896 ribu data milik KreditPlus bocor dan dijual. Data yang bocor diantaranya:
Nama, KTP, Email, Password, Alamat, Nomor HP, Data pekerjaan, Data keluarga penjamin," tulisnya.

Senada, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno juga menuturkan akan menanyakan kebenaran informasi itu kepada perusahaan pembiayaan itu.

"Sama dengan OJK, kami harus cek dulu kebenarannya," katanya.

Ia mengaku tidak bisa memberikan komentar banyak terkait informasi tersebut. Pasalnya, informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya serta menghindari hoaks lantaran beredar melalui sosial media.

"Saya cuma bisa menjawab, setiap perusahaan itu harus menjaga kerahasiaan data debitur," katanya.

Kreditplus sendiri adalah perusahaan pembiayaan yang berdiri sejak 1994. Kreditplus memiliki fokus pelayanan pembiayaan motor, mobil, dan peralatan berat.

Mengutip dari laman resminya, Kreditplus menawarkan sejumlah fasilitas pembiayaan, meliputi pembiayaan multi produk, agunan mobil, dan agunan motor. Perusahaan pembiayaan ini sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

CNNIndonesia.com berusaha menghubungi perusahaan melalui surat elektronik, maupun telepon kepada customer service (CS) perusahaan. Saat dihubungi, salah satu CS menjelaskan pihak Kreditplus masih melakukan investigasi atas informasi tersebut.

"Kami mohon maaf atas informasi di media sosial tersebut. Mengenai hal tersebut saat ini masih dalam investigasi dan tindak lanjut oleh tim terkait kami," ujarnya.

Ia mengaku belum bisa memberikan konfirmasi atas kabar tersebut, pasalnya manajemen dari kantor pusat belum memberikan keterangan lebih lanjut karena masih melakukan investigasi. Ia memastikan bahwa Kreditplus menjaga kerahasiaan seluruh data konsumen tidak disebarluaskan.

"Banyak konsumen menghubungi melalui email maupun telepon tapi dari kantor pusat belum ada konfirmasi resmi, tim kami akan investigasi dulu," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)