Wamen BUMN Sebut Modal Bank Banyak Terkuras pada 2021

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 07:09 WIB
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyatakan banyak bank butuh suntikan karena modal mereka terkuras pada 2021 akibat corona. Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut banyak modal bank terkuras pada 2021 akibat corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan rasio permodalan perbankan (Capital Adequancy Ratio) akan terkuras pada 2021. Kondisi tersebut membuat bank membutuhkan suntikan modal besar agar tetap bisa bertahan.

Terlebih, jika Peraturan OJK nomor 11 tahun 2020 yang mengatur tentang kebijakan stimulus perbankan tak lagi diberlakukan. Hal tersebut ia sampaikan dalam webinar bertajuk Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan era Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dikembangkan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Rabu (5/8).

"Tentunya harus ada kesiapan capital injection karena kalau kami lihat, kebutuhan CAR apalagi kalau kami menerapkan conservation buffer dan kami menggunakan tiruan kapital, mungkin akan cukup banyak bank yang harus ada injeksi kapital untuk memenuhi target tiruan kapital dalam konteks Standar Basel," ucapnya.


Untungya, ujar Kartika, di tengah kondisi itu perbankan nasional masih cukup menarik bagi investor karena bergerak pada segmen yang menguntungkan dan diprediksi mampu bertumbuh cepat pasca Covid-19.

Namun, ia juga mengingatkan adanya potensi masuknya investor asing ke perbankan nasional jika pemegang saham bank tak punya kemampuan untuk memberikan suntikan modal besar.

"Ini jadi early warning sign bahwa para pemegang saham yang swasta nasional untuk bertahan dan bersaing serta kemampuan permodalan ke depan akan jadi tantangan besar," katanya.

Di samping itu, ia juga mengingatkan soal pentingnya ketegasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga sistem perbankan agar lebih sehat. Salah satu ketegasan ia minta dilakukan OJK dengan memastikan pemegang saham perbankan memiliki permodalan yang kuat dan stabil di masa depan.

"Kalau keadaan memburuk terus, ada kemungkinan investor yang masuk atau investor yang punya kemampuan modal besar seperti investor internasional dan OJK dan para pelaku harus menjaga supaya sistemnya sehat," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/agt)