Rincian Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi Nasional

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 07:23 WIB
Dari total anggaran pgoram pemulihan ekonomi sebesar RP695,2 triliun, di antaranya mengalir ke bidang kesehatan baru 7,19 persen. Dari total anggaran pgoram pemulihan ekonomi sebesar RP695,2 triliun, di antaranya mengalir ke bidang kesehatan baru 7,19 persen. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani merinci realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan dampak pandemi covid-19 untuk setiap bidangnya. Secara total, anggaran PEN mencapai Rp695,2 triliun.

Untuk bidang kesehatan, realisasi anggarannya sebesar Rp6,3 triliun. Jumlah itu baru mencapai 7,19 persen dari total anggaran kesehatan Rp87,55 triliun.

"Untuk program perlindungan sosial, dari anggaran Rp203,91 triliun, yang terealisasi Rp85,3 triliun," ujarnya, Rabu (5/8).


Itu berarti, realisasi anggaran perlindungan sosial mencapai 41,83 persen. Anggaran ini merupakan realisasi dana PEN paling besar dari seluruh program.

Kemudian, realisasi anggaran program sektoral dan pemerintah daerah (pemda) sebesar Rp7,4 triliun, atau 6,97 persen dari anggaran Rp106,05 triliun.

Lebih lanjut, realisasi program bantuan UMKM sebesar Rp31,2 triliun atau 25,26 persen dari dana yang disiapkan Rp123,47 triliun.

Pemerintah juga telah memberikan insentif bagi dunia usaha sebesar Rp16,2 triliun, atau 13,43 persen dari anggaran Rp120,6 triliun.

"Sedangkan untuk korporasi sebesar Rp53,7 triliun, sampai hari ini belum realisasi. Namun, mungkin minggu depan akan ada beberapa realisasi yang akan terjadi," katanya.

Sri Mulyani menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk mengakselerasi penyaluran dana PEN tersebut. Tujuannya, mendorong percepatan pemulihan ekonomi pada tahun ini.

"Kami perkirakan dalam 1 minggu-2 minggu akan terjadi kenaikan pencairan anggaran, yang kami harapkan akan terus ditingkatkan hingga Desember mendatang," katanya.

Sebelumnya, kepala negara sempat menyoroti realisasi anggaran penanganan virus corona yang masih rendah. Sejauh ini, penyerapannya baru 20 persen dari total alokasi yang sebesar Rp695,2 triliun.

"Saya melihat memang urusan realisasi anggaran masih minim sekali, sekali lagi dari Rp695,2 triliun baru 20 persen yang terealisasi atau Rp141 triliun. Masih kecil sekali," kata Jokowi belum lama ini.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)