Holding Rumah Sakit BUMN Terbentuk

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 09:34 WIB
Tujuh perusahaan BUMN mengalihkan saham kepemilikan rumah sakit kepada holding BUMN rs, yaitu PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) HIC. Menteri BUMN Erick Thohir mengataka tujuh perusahaan BUMN mengalihkan saham kepemilikan rumah sakit kepada holding BUMN rs, yaitu PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) HIC. (Dok. Kementerian BUMN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Tujuh perusahaan BUMN mengalihkan saham kepemilikan rumah sakit kepada holding BUMN rumah sakit, yaitu PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika IHC). Pengalihan saham dimulai dengan penandatanganan akta jual beli pada akhir pekan lalu.

Artinya, tinggal selangkah lagi, holding BUMN rumah sakit yang dimulai sejak 2018 lalu bisa segera terwujud. Penandatangan akta jual beli adalah tahap kedua dari proses pembentukan holding.

Tujuh RS BUMN itu, yakni PT Krakatau Medika, anak usaha dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Rumah Sakit Pelabuhan dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), dan PT Pelindo Husada Citra dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).


Lalu, PT Nusantara Medika Utama, anak usaha dari PT Perkebunan Nusantara X, PT Nusantara Sebelas Medika dari PT Perkebunan Nusantara XI, PT Rolas Nusantara Medika dari PT Perkebunan Nusantara XII, dan PT Rumah Sakit Bakti Timah dari PT Timah Tbk. 

Penandatanganan disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, dana para Direktur BUMN.

Erick berharap pembentukan holding RS yang tinggal selangkah bisa meningkatkan kualitas pelayanan, jaringan dan skala, kapabilitas, dan inovasi, serta integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional. 

"Ini semua sesuai dengan value of synergy and value of creation dan dapat menuju go global yang ditempuh dengan pertukaran tenaga medis ke luar negeri sebagai transfer knowledge," ungkap Erick dalam keterangan resmi, dikutip Senin (10/8).

Selain itu, Erick berharap pembentukan holding dapat membuat holding RS BUMN menjadi pemimpin dari sisi kualitas dan pasar RS di Indonesia. Tak ketinggalan, dapat menangani dampak pandemi virus corona atau covid-19 di Tanah Air. 

"Saya harap RS BUMN dapat saling bekerja sama, membangun ekosistem kesehatan yang baik dengan RS swasta, daerah, dan tentunya memprioritaskan produk-produk dalam negeri. Saya yakin, Insya Allah dengan adanya langkah-langkah peningkatan dan penguatan RS BUMN ini, dampak virus corona terhadap Indonesia dapat kita lalui bersama," katanya. 

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini berharap pembentukan holding dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi operasional Pertamedika IHC. Ia menyebut pada tahap ketiga pembentukan holding RS BUMN akan dilakukan pula rebranding RS dari sisi pelayanan dan inovasi. 

Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat mengatakan bila sudah tergabung dalam holding, jumlah RS dalam jaringan ini akan meningkat dari 35 menjadi 70 RS.

Sementara kapasitas tempat tidur akan meningkat dari 4.500 menjadi 6.500 tempat tidur. Sementara dari sisi pendapatan usaha ditargetkan mencapai Rp4,5 triliun dan aset mendekati Rp5 triliun. 

"Kami juga akan membangun digitalisasi teknologi layanan untuk industri 4.0 yang akan menjadi energi baru untuk Pertamedika IHC dalam menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan tentunya menjadikan Pertamedika IHC mampu berkompetisi secara global," tandas Fathema. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)