Saham Perusahaan Vaksin yang Didukung Bill Gates Melejit

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 15/08/2020 14:23 WIB
CureVac, perusahaan bioteknologi asal Jerman yang tengah mengembangkan vaksin Covid-19, melejit 250 persen pada perdagangan hari pertama. Ilustrasi pengembangan vaksin corona. (AP/John Cairns)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saham perusahaan bioteknologi dari Jerman, Curevac, melejit hingga tiga kali lipat pada perdagangan hari pertamanya di Wall Street, Jumat (14/8).

Perusahaan yang didukung oleh Bill dan Melinda Gates itu memiliki harga IPO (initial public offering) US$16 untuk setiap lembar saham, dan kemudian melambung 250 persen hingga mendekati US$56 per lembar pada penutupan sore hari.

CureVac yang saat ini tengah bersaing dengan perusahaan bioteknologi kenamaan seperti Moderna, Novavax, Pfizer, dan BioNTech, untuk memproduksi vaksin virus corona juga mendapat sokongan Dietmar Hopp, salah satu pendiri raksasa piranti lunak SAP.


Hopp memiliki hampir separuh saham CureVac, sementara pemilik lainnya termasuk pemerintah Jerman dan perusahaan farmasi GixoSmithKline.

Yayasan Bill dan Melinda Gates yang merupakan badan amal dari perusahaan raksasa Microsoft, menanamkan US$40 juta di CurVac pada 2015.

Saat ini CureVac telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah Jerman dan Belgia untuk menguji klinis salah satu vaksin Covid-19.

Pada 2019, perusahan itu memiliki pendapatan US$20,6 juta, meningkat 35 persen dari tahun sebelumnya, meski belum mencatatkan untung.

CureVac juga sejak November 2015 tengah bekerja sama dengan Tesla milik Elon Musk. Pada bulan lalu, Musk sempat mencuitkan bahwa divisi Tesla yang berada di Jerman saat ini tengah membangun printer molekuler untuk CureVac, suatu "proyek sampingan" yang juga bisa diaplikasikan oleh perusahaan obat lainnya.

Pada Maret lalu, Hopp mengatakan bahwa CureVac berkomitmen dengan tujuan mereka untuk "melindungi semua orang dari penyakit menular dan mengembangkan terapi untuk semua pasien di dunia."

(vws)

[Gambas:Video CNN]