DPR Lanjutkan Pertanggungjawaban APBN 2019 ke Tingkat II

CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 23:16 WIB
Rapat Paripurna DPR menyetujui pertanggungjawaban RUU P2APBN 2019 tingkat I dilanjutkan ke tingkat II. Rapat Paripurna DPR menyetujui pertanggungjawaban RUU P2APBN 2019 tingkat I dilanjutkan ke tingkat II. (ANTARA/Reno Esnir).
Jakarta, CNN Indonesia --

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pertanggungjawaban Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (P2APBN) 2019 tingkat I dilanjutkan ke tingkat II.

Persetujuan disahkan oleh Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam rapat langsung yang turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR/MPR pada Selasa (15/9).

"Dengan mengucap bismillahirrahmannirrahiim, saya ketok (disetujui)," ujar Azis.


Azis mengatakan persetujuan diberikan karena mayoritas fraksi telah menerima laporan pertanggungjawaban dari pemerintah. Fraksi yang setuju, yaitu PDI Perjuangan, Golongan Karya (Golkar), Nasional Demokrat (NasDem), Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Kemudian fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima dengan catatan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Jujun Ahmad Syamsurijal juga telah memberi laporan bahwa laporan itu sudah lolos pembahasan tingkat I. Maka dari itu, bisa dilanjutkan ke tingkat II.

"Maka dapat diajukan dalam pembahasan tingkat II," tutur Jujun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku perwakilan pemerintah menyambut baik persetujuan dari Rapat Paripurna DPR. Sebab, hal ini bisa mengakhiri siklus pengelolaan APBN secara tahunan.

"Dengan disetujuinya pengesahan RUU ini menjadi undang-undang maka selesailah rangkaian siklus pengelolaan APBN tahun anggaran 2019," ujar Sri Mulyani.

Lebih lanjut, ia memastikan pemerintah akan terus menjaga tata kelola APBN dari waktu ke waktu agar selalu akuntabel dan transparan. Tentunya, juga bisa mencapai visi misi Indonesia ke depan.

Pada APBN 2019, realisasi pendapatan negara sebesar Rp1.960,6 triliun. Sementara belanja negara mencapai Rp2.309,3 triliun.

Sedangkan defisit anggaran tercatat sebesar Rp348,7 triliun. Untuk indikator makro, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen dan rata-rata nilai tukar rupiah Rp14.146 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)