4 Strategi Pemerintah Demi Tarik Investasi Asing Masuk ke RI

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 15:57 WIB
Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap ada empat strategi yang disiapkan oleh pemerintah untuk menarik investasi asing ke Indonesia. Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap ada empat strategi yang disiapkan oleh pemerintah untuk menarik investasi asing ke Indonesia.(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap ada empat strategi yang disiapkan oleh pemerintah untuk menarik investasi asing ke Indonesia.

"Pemerintah sadar pentingnya peningkatan iklim investasi dan daya saing Indonesia. Maka, pemerintah sedang mempersiapkan berbagai kebijakan," ujarnya Rabu (16/9).

Berikut empat strategi untuk memperbaiki iklim investasi Indonesia yang telah disiapkan. Pertama, pemerintah segera menyelesaikan RUU Cipta Tenaga Kerja dengan DPR.


"Hal yang disasar yakni penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi hingga kesejahteraan pekerja. Sekaligus peningkatan produktivitas kerja serta investasi," tambahnya.

Airlangga mengungkap transformasi ekonomi ini diharapkan bisa mengeluarkan Indonesia dari jebakan negara pendapatan menengah. Dia pun menargetkan Indonesia bisa masuk sebagai 5 besar negara dengan ekonomi terkuat pada 2045.

Kedua, menyusun daftar prioritas investasi. Menurut Airlangga, daftar ini tidak hanya dengan pendekatan picking the winners, namun akan mencakup bidang usaha yang bakal diberikan fasilitas perpajakan dan non perpajakan.

"Kriteria industri tersebut antara lain industri yang berorientasi ekspor, substitusi impor, padat karya, padat modal hightech dan berbasis digital," papar Airlangga.
Pasalnya, industri tersebut bukan hanya menarik investasi besar, namun mampu menciptakan lapangan kerja.

Ketiga, dalam rangka penguatan pengembangan industri serta konektivitas transportasi logistik, pemerintah akan pengembangan koridor di sepanjang Pulau Jawa jalur Utara.

Secara total, koridor Jawa menyumbang 38,7 persen total PDB nasional dan 53,56 persen terhadap total sektor industri nasional. Menurut Airlangga, dengan pengembangan koridor ekonomi di Jawa bagian Utara diharapkan dapat mendorong pemanfaatan kawasan industri.

Keempat, menyusun inisiatif pembangunan super hub sebagai sentra produksi perdagangan teknologi dan keuangan.

"Saat ini, terdapat 5 potensi superhub di Indonesia, yakni koridor Bali Nusa Tenggara, koridor Sulawesi Utara, koridor Batam, Bintan, Karimun Tanjung Pinang, koridor kawasan ibu kota negara Kalimantan Timur serta Kawasan Segitiga Rebana di Jawa Barat," papar Airlangga.

Menurutnya superhub di daerah tersebut bisa meningkatkan pemerataan ekonomi antar daerah.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)