860 Ribu Warga AS Klaim Manfaat Pengangguran di Pekan Lalu

CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 11:46 WIB
Sebanyak 860 ribu warga AS mengajukan klaim tunjangan pengangguran pada pekan lalu. Jumlahnya turun, namun perbaikan angka cenderung lambat. Sebanyak 860 ribu warga AS mengajukan klaim tunjangan pengangguran pada pekan lalu. Jumlahnya turun, namun perbaikan angka cenderung lambat. Ilustrasi. (AFP/Mario Tama).
Jakarta, CNN Indonesia --

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tambahan sebanyak 860 ribu orang yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran pekan lalu.

Mengutip CNN, Jumat (18/9), jumlah tersebut turun secara mingguan. Namun, perbaikan angka klaim cenderung lambat.

Data klaim pengangguran AS secara mingguan sudah membaik sejak pertengahan Agustus lalu. Namun, data klaim pekan lalu masih sekitar empat kali lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum pandemi.


"Itu menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja telah membaik, tetapi jauh dari lapangan kerja maksimum," ujar Gubernur The Fed Jerome Powell.

Secara total, klaim pengangguran yang berlanjut termasuk pekerja yang telah mengajukan tunjangan setidaknya selama dua minggu berturut-turut mencapai 12,6 juta. Akumulasi total itu turun secara signifikan dari angka dalam laporan pekan lalu.

Namun, angka-angka tersebut tidak termasuk klaim pengangguran yang diajukan oleh sejumlah program bantuan pengangguran pemerintah lainnya.

Misalnya, program bantuan pengangguran pandemi yang memberikan tunjangan bagi penduduk tidak memenuhi syarat, seperti wiraswasta.

[Gambas:Video CNN]

Akurasi Data

Di sisi lain, akurasi data penduduk yang mengajukan klaim pengangguran sebetulnya tidak jelas. Pasalnya, terjadi banyak penduduk yang mendaftarkan klaim akibat pandemi covid-19, sehingga membuat lembaga federal dan negara bagian berjuang untuk memberikan data yang dapat diandalkan.

Bahkan, butuh berminggu-minggu bagi pengangguran Amerika agar klaim mereka diterima. Belum lagi, terdapat oknum yang mengambil keuntungan dari kekacauan tersebut dengan cara mengajukan klaim palsu.

Kondisi ini membuat lembaga federal kesulitan menentukan jumlah valid dari pengajuan klaim pengangguran yang sebenarnya.

Beberapa ahli mengatakan jumlahnya sebetulnya lebih daripada angka yang tercantum dalam laporan Departemen Tenaga Kerja AS.

"Anda tidak menghitung orang yang sebenarnya, Anda menghitung jumlah klaim. Dan itu belum tentu merupakan klaim dalam pekan tersebut," kata Direktur California Policy Lab Till von Wachter.

Misalnya, Badan Pengangguran California menemukan jumlah pembayaran klaim pengangguran bersertifikat mencapai 6 juta. Namun, hanya sekitar 3,5 juta orang California yang menerima tunjangan pada pertengahan Agustus lalu.

Karenanya, sejumlah negara bagian baru-baru ini merevisi proses sertifikasi untuk pengajuan klaim. Tujuannya, untuk menghindari penipuan pengajuan klaim.

(ulf/bir)