Menko Airlangga Mau Vaksinasi Corona Dimulai Desember

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 14:22 WIB
Pemerintah tengah menyiapkan peta jalan distribusi vaksin corona. Vaksinasi ditargetkan mulai Desember 2020 atau awal Januari 2021. Pemerintah tengah menyiapkan peta jalan distribusi vaksin corona. Vaksinasi ditargetkan mulai Desember 2020 atau awal Januari 2021. Ilustrasi. (iStockphoto/nevodka).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan menyiapkan distribusi vaksin virus corona secara bertahap. Distribusi ditargetkan mulai akhir tahun ini atau awal 2021.

"Nanti pada Desember atau awal Januari 2021 bisa mulai vaksinasi," ujar Airlangga dalam rapat koordinasi pimpinan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) dan Kementerian/Lembaga (K/L) di kawasan Wisata Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (25/9/2020).


Untuk tahap pertama, pemerintah bakal siapkan 1,3 juta vaksin untuk tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan penanganan covid-19.

"Ada road map sudah disiapkan, di garda terdepan jumlah (vaksin) 1,3 juta," ungkapnya.

Setelah itu, pemerintah akan mendistribusikan vaksin virus corona kepala pelayan publik dan aparatur sipil negara (ASN). Selanjutnya, vaksin diberikan kepada masyarakat berusia produktif, kelompok comorbid, dan peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

"Total 86 juta daripada penerima yang terbagi usia produktif, kelompok comorbid, dan kelompok peserta BPJS Kesehatan PBI," tutur Airlangga.

Ia bilang pemerintah telah menyiapkan jadwal kapan distribusi vaksin ke sejumlah kelompok akan dilakukan. Hal itu akan menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan.

Saat ini, pemerintah sedang menggodok peraturan presiden (perpres) terkait distribusi vaksin virus corona. Dalam aturan itu, beberapa poin yang akan dimasukkan adalah pengaturan uang muka pengadaan vaksin dan jadwal vaksinasi.

"Kemudian penjelasan kondisi force majeur dapat dijelaskan perpres dibuat dalam situasi yang tidak normal atau kondisi kahar," pungkas Airlangga.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negaea (BUMN) Arya Sinulingga mengungkapkan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir sedang bertandang ke Korea Selatan (Korsel) untuk membahas kerja sama pengembangan vaksin virus corona. Pemerintah melakukan berbagai kerja sama pengembangan vaksin dengan sejumlah negara.

"Ini Pak Erick Thohir sekarang lagi ke Korsel, ini juga merupakan bagian dari langkah-langkah ini. Kemarin beliau sudah berangkat ke Korsel," tutur Arya.

Sebagai informasi, kerja sama pengembangan vaksin virus corona itu dilakukan melalui perusahaan BUMN. Misalnya, PT Bio Farma (Persero) tengah melakukan uji coba tahap ketiga vaksin covid-19. Perusahaan BUMN kesehatan itu bekerja sama dengan produsen vaksin asal China, Sinovac dalam pengembangan vaksin.

Lalu, PT Kimia Farma (Persero) dan PT Indo Farma (Persero) dengan perusahaan teknologi kesehatan asal Uni Emirat Arab, G42. Selain kerja sama dengan pihak asing, Arya menuturkan Indonesia juga mengembangkan vaksin secara mandiri yakni vaksin Merah Putih oleh LBME Eijkman.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)