Kebijakan Bank Indonesia Angkat Rupiah ke Rp14.690

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 16:19 WIB
Nilai tukar rupiah menguat 0,19 persen ke posisi Rp14.690 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (15/10) sore. Nilai tukar rupiah menguat 0,19 persen ke posisi Rp14.690 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (15/10) sore. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah bertengger di posisi Rp14.690 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (15/10) sore. Posisi tersebut menguat 0,19 persen dibandingkan perdagangan Rabu (14/10) sore di level Rp14.717 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.760 per dolar AS atau melemah dari Rp14.780 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,13 persen, dolar Singapura melemah 0,23 persen, dolar Taiwan melemah 0,18 persen, peso Filipina melemah 0,05 persen, rupee India melemah 0,11 persen, yuan China melemah 0,26 persen, ringgit Malaysia melemah 0,14 persen, dan bath Thailand melemah 0,24 persen.


Hanya won Korea Selatan yang menguat sebesar 0,32 persen.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju juga bergerak menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,20 persen, dolar Kanada menguat 0,13 persen, da franc Swiss menguat 0,07 persen. Sementara dolar Australia melemah 0,22 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah didorong strategi bauran kebijakan yang diterapkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan itu dinilai cukup mumpuni untuk menstabilkan perekonomian dan mata uang rupiah.

"Kebijakan tersebut sebelumnya sudah diterapkan di masa ekonomi global bermasalah akibat perang dagang antara AS dan Tiongkok serta BREXIT, terbukti cukup handal," ucap Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

Sementara dari faktor eksternal pergerakan dolar yang melemah dipicu pudarnya harapan bahwa Kongres AS akan meloloskan RUU stimulus terbaru menjelang pemilihan presiden 3 November.

Selain itu, pelemahan mata uang dolar juga dipengaruhi berita soal penghentian bahwa Eli Lilly and Co, uji klinis yang disponsori pemerintah untuk perawatan antibodi covid-19 sehari setelah Johnson & Johnson menangguhkan uji klinis untuk vaksin covid-19 pada hari Senin lalu.

"Sementara dalam perdagangan besok pagi mata uang rupiah kemungkinan akan dibuka menguat walaupun sesi siang kembali melemah namun kemungkinan ditutup menguat terbatas sebesar 5-20 poin di level Rp14.690-14.730 per dolar AS," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)