Proyek Baterai Listrik BUMN Dilirik Jepang, Usai China-Korsel

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 09:46 WIB
MIND ID, holding BUMN tambang, menggagas pembentukan PT Indonesia Baterai Holding untuk proyek baterai listrik. Proyek ini diminati China, Korsel, dan Jepang. MIND ID, holding BUMN tambang, menggagas pembentukan PT Indonesia Baterai Holding untuk proyek baterai listrik. Proyek ini diminati China, Korsel, dan Jepang. Ilustrasi mobil listrik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Mining Industry Indonesia (MIND ID), holding BUMN tambang, tengah menggagas pembentukan holding industri baterai listrik bernama PT Indonesia Battery Holding. Sejauh ini, proyek baterai listrik BUMN itu telah diminati oleh investor asal China dan Korea Selatan (Korsel).

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan pihaknya juga tengah menjajaki potensi kerja sama dengan Jepang, selain China dan Korsel.

"Ada yang approach (dekati) tapi masih belum sejauh dengan Korea dan China, ada dari luar juga. Kami juga melihat potensi dengan Jepang, tetapi untuk sementara masih Korea dan China," ujarnya saat berbincang secara virtual dengan awak media, Kamis (15/10).


Namun, Orias mengatakan belum ada hasil komunikasi berarti dengan Jepang terkait proyek investasi ini. Berbeda dengan China dan Korsel yang sudah menyatakan minatnya dengan potensi nilai investasi sebesar US$12 miliar atau setara Rp176,4 triliun (kurs Rp14.700 per dolar AS).

Orias bilang keinginan mengajak Jepang muncul karena Menteri BUMN Erick Thohir ingin potensi investasi pabrik baterai listrik di dalam negeri mencapai US$20 miliar atawa sekitar Rp294 triliun. Sementara itu, potensi investasi dari China dan Korsel baru mencapai US$12 miliar.

"Jadi, angka dari Pak Menteri itu US$20 miliar, itu harapan lebih jauhnya, maka kami terbuka untuk tambah mitra lain. Kalau ada tiga mitra, ya tidak apa karena nikel kita banyak, kalau ada tiga mitra bisa sampai US$20 miliar," jelasnya.

Diketahui, holding tersebut akan memproduksi baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), dari proses hulu sampai hilir.

Pembentukan holding diinisiasi oleh MIND ID, melalui PT Aneka Tambang Tbk, kemudian di dalamnya termasuk PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).

"Di hulu akan ada Antam, kemudian yang di intermediate (tengah) ada Pertamina dan di hilir ada PLN. Untuk kontrol dari hulu ke hilir berjalan, akan dibuat sekarang lagi dalam proses, Indonesian Battery itu holding company yang akan terlibat dalam pembuatan baterai ini dari hulu ke hilir," imbuh Orias belum lama ini.

Targetnya, PT Indonesia Battery Holding paling lama terbentuk pada pekan depan. Sementara persiapan holding secara menyeluruh ditargetkan rampung dalam sebulan ke depan.

Orias menuturkan pembentukan perusahaan tinggal menyelesaikan legal status sebagai perseroan terbatas. lalu, tinggal dilaporkan ke Menteri BUMN Erick Thohir untuk disetujui dan resmi terbentuk.

"Tinggal lapor ke Pak Menteri, kita sepakat, kan selesai. Ya satu minggu, ya sampai Kamis depan lah (terbentuknya)," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)