Didominasi UMKM, Pertumbuhan Kredit Bank Mulai Naik

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 16:27 WIB
Wamen BUMN Kartika Widjoatmodjo mengatakan kredit bank mulai meningkat pada kuartal IV 2020 walaupun didorong oleh segmen UMKM. Kementerian BUMN menyebut kredit bank mulai tumbuh walau masih didominasi sektor UMKM. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo meyakini pertumbuhan kredit bank akan meningkat pada kuartal IV 2020. Peningkatan didorong oleh segmen kredit UMKM.

Tiko, sapaan akrabnya mengatakan optimisme ini muncul dari laporan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) yang menyatakan mulai ada peningkatan permintaan kredit dari dunia usaha pada beberapa minggu terakhir.

"Ada demand kredit baru yang meningkat, meski bukan dari debitur baru, tapi dari yang existing. Mereka ingin tambah modal kerjanya," ungkap Tiko saat mengisi acara Bursa Efek Indonesia (BEI) bertajuk Capital Market Summit & Expo 2020, Selasa (20/10).


Hanya saja, permintaan kredit modal kerja ini mayoritas masih berasal dari nasabah UMKM. Sementara nasabah korporasi, ia mengatakan masih wait and see terhadap perkembangan ekonomi ke depan.

"Korporasi masih lambat sampai vaksin benar-benar direalisasikan, tapi sektor UMKM dan pertanian, terutama di daerah pelonggaran PSBB, langsung terjadi signifikan lonjakan permintaan kredit baru," tuturnya.

Menurutnya, permintaan kredit modal kerja dari UMKM dan sektor pertanian ini sejalan dengan kondisi neraca perdagangan Indonesia yang mencatat surplus karena peningkatan ekspor. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia meningkat 6,97 persen menjadi US$14,01 miliar pada September 2020.

Realisasi ekspor bulan lalu bahkan hampir mendekati kinerja pengiriman produk ke luar negeri pada September 2019 atau sebelum pandemi covid-19 senilai US$14,08 miliar.

[Gambas:Video CNN]

"Kebetulan pertanian ini tidak terdampak (covid-19) dan permintaannya tetap meningkat, terlihat juga trade kita ada peningkatan ekspor produk pertanian," katanya.

Selain itu, Tiko bilang sinyal permintaan kredit juga datang dari realisasi penempatan dana pemerintah di bank Himbara. Per Oktober 2020, sebanyak Rp64,5 triliun dari pagu Rp78,78 triliun sudah disalurkan menjadi kredit ke nasabah.

"Ini di-leverage oleh bank Himbara sampai tiga kali lipat. Sampai Oktober, ini meng-create pertumbuhan kredit, sehingga di kuartal IV diharapkan akan kembali ke teritori positif lagi," ucapnya.

Dari program subsidi bunga juga mulai terserap Rp3,77 triliun dari pagu Rp35,28 triliun. Subsidi bunga diberikan untuk pengajuan kredit melalui BPR, perusahaan pembiayaan, KUR, UMi, Mekaar, dan lainnya.

Di sisi lain, menurut catatannya, survei dunia usaha sebenarnya menunjukkan optimisme bahwa ekonomi dan bisnis bisa menggeliat lagi mulai akhir tahun ini. Selain itu, sinyal peningkatan kredit bank juga muncul dari menurunnya permintaan restrukturisasi kredit nasabah.

Pada awal pandemi covid-19, sambungnya, permintaan restrukturisasi kredit meningkat tinggi, khususnya pada April-Juni 2020.

"Sejak PSBB ada lonjakan pengajuan restrukturisasi di bank, tapi di Oktober, apalagi di minggu kedua, ketiga ini, permintaan restrukturisasi menurun sekali. Bahkan, sudah tidak ada di empat bank Himbara," terangnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit bank hanya mencapai 0,12 persen secara bulanan pada September 2020. Lajunya menurun dari bulan sebelumnya di kisaran 1,04 persen.

"Fungsi intermediasi dari sektor keuangan masih lemah akibat pertumbuhan kredit yang terbatas sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat dan kehati-hatian perbankan akibat berlanjutnya pandemi covid-19," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK