Santri Dapat Prioritas dalam Strategi Keuangan Inklusif

CNN Indonesia | Sabtu, 24/10/2020 05:40 WIB
Deputi Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyatakan penguatan literasi keuangan dapat mendukung ekosistem ekonoi pesantren yang mandiri. Deputi Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyatakan penguatan literasi keuangan dapat mendukung ekosistem ekonoi pesantren yang mandiri. Ilustrasi. (FOTO/Mohammad Ayudha).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mengatakan pemerintah berupaya menguatkan literasi keuangan di kalangan santri.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengungkapkan penguatan literasi diperlukan tak hanya untuk dapat mendukung ketahanan ekonomi atau sistem keuangan nasional, melainkan juga mendukung ekosistem ekonomi pesantren yang mandiri dan sejahtera.

"Santriwan dan santriwati merupakan segmen prioritas dalam kelompok pemuda pada Strategi Nasional Keuangan Inklusif," ujarnya dalam acara Seminar Keuangan Inklusif bagi Pemuda/Santri dalam rangka Hari Santri Nasional 2020, Jumat (23/10).


Iskandar menuturkan santri/santriwati yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 18 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia dapat mendorong pencapaian target keuangan inklusif jangka panjang. Asalkan, kata dia, mereka memiliki literasi keuangan yang cukup baik.

Berbicara tentang ekonomi yang inklusif, Iskandar juga menerangkan bahwa salah satu sumber dari pengangguran adalah tidak adanya akses masyarakat kelompok bawah terhadap 2 (dua) hal, yaitu akses pekerjaan dan akses pembiayaan.

Atas dasar itu, pelatihan keuangan inklusif tersebut digelar dengan menyasar kalangan santri. "Pembangunan itu harusnya inklusif untuk semua orang," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

Ia pun menjelaskan bahwa pemerintah memiliki program One Pesantren One Product (OPOP). Program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian umat melalui para santri, pondok pesantren, dan masyarakat sekitar.

"Dengan program ini, pondok pesantren diharapkan bisa makin memberikan dampak terhadap lingkungan sekitarnya," terang Iskandar yang juga menjabat Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif tersebut.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK