Laba Bukit Asam Susut 44,2 Persen Jadi Rp1,72 T

CNN Indonesia | Jumat, 06/11/2020 14:47 WIB
Bukit Asam membukukan laba bersih senilai Rp1,72 triliun hingga akhir kuartal III 2020, menyusut 44,27 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Bukit Asam membukukan laba bersih senilai Rp1,72 triliun hingga akhir kuartal III 2020, menyusut 44,27 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan pertambangan pelat merah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih senilai Rp1,72 triliun hingga akhir kuartal III lalu. Capaian tersebut menyusut 44,27 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp3,10 triliun.

Penurunan laba bersih ini juga berdampak pada turunnya nilai laba bersih per saham menjadi Rp155 dari Rp280. Kendati demikian, Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan capaian tersebut cukup memuaskan di tengah lesunya permintaan dan jatuhnya harga batubara.

"Mudah-mudahan mulai awal kuartal IV ini ekonomi bisa membaik indeks batu bara juga membaik seperti kita ketahui harga batubara merosotnya luar biasa indeks selama 2020 sudah merosot 26 persen dari tahun sebelumnya," ujarnya saat paparan kinerja secara virtual, Jumat (6/11).


Arifin menjelaskan capaian laba PTBA ditopang kinerja operasional. Volume produksi hingga kuartal III mencapai 19,4 juta ton, menurun 10 persen sejalan dengan RKAB yang disetujui kementerian ESDM serta lemahnya permintaan baru bara selama awal covid-19.

Sedangkan pengangkutan 17 ton, penjualan 18,6 juta dan pendapatan Rp12,8 triliun yang turun sebesar 20,94 persen dibandingkan akhir kuartal III-2019 yang senilai Rp16,25 triliun.

Selain itu juga terjadi peningkatan beban umum dan administrasi menjadi sebesar Rp1,16 triliun dari Rp1,24 triliun di periode sebelumnya tahun lalu. Bukit Asam juga mencatatkan beban lainnya senilai Rp815 juta dari sebelumnya menghasilkan pendapatan senilai Rp 241,02 miliar dari pos ini.

Meski demikian, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp9,32 triliun dari sebelumnya Rp10,54 triliun diikuti beban penjualan dan pemasaran yang juga turun menjadi Rp525,92 miliar dari Rp619,41 miliar.

Di samping itu, biaya keuangan juga berhasil turun menjadi Rp104,40 miliar dari sebelumnya senilai Rp151,74 miliar. PT BA sendiri mengantongi bagian atas keuntungan netto entitas asosiasi dan ventura bersama yang lebih besar pada periode ini menjadi senilai Rp332,08 miliar dari sebelumnya senilai Rp94,67 miliar.

Dari segi aset, terjadi penurunan menjadi Rp24,50 triliun dari akhir Desember 2019 lalu yang senilai Rp 26,09 triliun. Aset lancar tercatat Rp9,36 triliun dan aset tak lancar senilai Rp15,14 triliun.

Di sisi lain, total liabilitas PTBA naik menjadi sebesar Rp7,92 triliun per 30 September 2020 dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp7,67 triliun.

Meski demikian liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp 4,38 triliun dari sebelumnya Rp 4,69 triliun. Sedangkan liabilitas jangka panjang naik menjadi Rp 3,54 triliun dari sebelumnya di 31 Desember 2019 sebesar Rp 2,98 triliun.

Terakhir ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp11,57 triliun di akhir September 2019 lalu, menipis dari posisi akhir tahun lalu yang senilai Rp18,42 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK