RK Sebut Amazon Bakal Investasi Pusat Data hingga Rp40 T

CNN Indonesia | Senin, 16/11/2020 12:40 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan investasi Amazon akan menjadikan Indonesia sebagai tulang punggung pusat data di kawasan ASEAN. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan investasi Amazon akan menjadikan Indonesia sebagai tulang punggung pusat data di kawasan ASEAN. Ilustrasi. (AFP PHOTO / JOHN MACDOUGALL).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyatakan perusahaan teknologi Amazon akan membangun infrastruktur pusat data (data center) di Jabar. Nilai investasinya mencapai Rp30 triliun hingga Rp40 triliun.

"Amazon salah satu perusahaan digital terbesar di dunia investasi untuk membangun data center di Indonesia," ungkap Ridwan dalam West Java Investment Summit (WJIS) secara virtual, Senin (16/11).

Ia mengapresiasi keputusan Amazon karena hal ini akan membuat Jawa Barat sebagai tulang punggung data center. Pasalnya, perusahaan ini bukan hanya melayani perusahaan di Indonesia, tapi juga ASEAN.


"Saya bangga Jawa Barat bisa jadi backbone (tulang punggung) data center yang bisa menjadi digital company di ASEAN," jelas Ridwan.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi & Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sempat berkunjung ke Swiss untuk membicarakan investasi dengan Amazon. Hal ini tepatnya dibahas pada acara World Economic Forum (WEF) 2020.

Johnny bertemu dengan VP Global Public Policy Amazon Web Services (AWS) Michael Punke untuk membicarakan investasi perusahaan itu di Indonesia. Selain itu, Johnny juga membahas soal perlindungan data pribadi dan dukungan AWS terhadap ekonomi digital Indonesia.

Ia menyatakan setiap kerja sama harus selalu menghadirkan nilai tambah bagi Indonesia. Menurutnya, ada beberapa perusahaan lain di sektor digital yang berniat menginvestasikan dananya di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan sektor digital memiliki prospek positif di Indonesia. Ia memperkirakan ekonomi digital Indonesia dapat mencapai US$133 miliar pada 2025 mendatang.

Hal ini sejalan dengan potensi ekonomi digital di ASEAN yang mencapai US$200 miliar dalam beberapa tahun ke depan. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan jaringan seluler telah menjangkau lebih dari 95 persen populasi di dunia.

Lembaga itu menyebutkan bahwa 441 juta orang atau 65 persen populasi ASEAN adalah pengguna internet per Juni 2020. Ini berarti ketergantungan dunia terhadap teknologi semakin tinggi.

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan nilai ekonomi digital dari internet berpotensi naik 3 kali lipat hingga 2025 mendatang. Nilai ekonomi digital internet pada 2019 sebesar US$40 miliar, sedangkan 5 tahun lagi diprediksi lebih dari US$133 miliar.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK