Pengusaha Tekankan Urgensi Integrasi Ekonomi di KTT APEC 2020

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 07:55 WIB
Ketua Dewan ABAC Anindya Bakrie mengungkapkan Indonesia mendukung pemulihan ekonomi regional melalui keterbukaan investasi dan industri maju. Ketua Dewan ABAC Anindya Bakrie mengungkapkan Indonesia mendukung pemulihan ekonomi regional melalui keterbukaan investasi dan industri maju. (CNN Indonesia/Immanuel Giras Pasopati).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengusaha menekankan pentingnya integritas ekonomi di kawasan Asia Pasifik di Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation 2020 (KTT APEC 2020).

Ketua Dewan Penasihat Bisnis Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (ABAC) Anindya Bakrie mengatakan Indonesia juga mendukung pemulihan perekonomian regional melalui keterbukaan investasi dan industri maju.

"Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dengan potensi pertumbuhan yang tinggi dalam jangka panjang akan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi global. Posisi Indonesia yang strategis dan terbuka untuk investasi asing dapat menjadi jembatan antara perang dagang yang terjadi Amerika Serikat dan China," kata Anindyra dalam jumpa pers virtual di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (20/11).


Anindya mengungkapkan tahun 2020 telah menjadi tahun krusial bagi perekonomian global. Saat ini, dunia bisnis dan pemerintah ditantang untuk mengatasi pandemi covid-19 secara tepat, cepat, dan adaptif, untuk membangun pemulihan ekonomi dan juga sosial. Salah satunya, melalui penguatan integrasi ekonomi.

Ia mengatakan Indonesia optimistis untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang solid karena perbaikan fundamentalnya. Namun, penerapan kebijakan integrasi ekonomi regional melalui Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pacific (FTAAP) melalui APEC, akan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia dan Asia-Pasifik secara keseluruhan.

Di saat yang sama, Indonesia, sambung Anindya, memiliki peran penting terhadap integrasi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Namun, aktivitas rantai pasok dan manufaktur Indonesia saat ini masih relatif kecil.

"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi untuk bisa berkontribusi lebih besar dalam rantai pasok global, sehingga stabilitas output dunia dapat lebih terjaga," ujarnya.

Saat ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan adopsi e-commerce tercepat di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat. Sebagai pemimpin di Asia Tenggara dalam internet economy, Indonesia juga merupakan pasar gawai terbesar keempat di dunia saat ini dengan pengguna ponsel sebanyak 142 juta orang.

Terkait dengan prioritas inovasi ABAC, Anindya menambahkan pandemi membuka mata dan membuat masyarakat sadar kalau konektivitas digital itu penting dan harus menjadi prioritas untuk dunia di pascapandemi. Beberapa sektor yang dapat berkembang di antaranya, pendidikan, dan kesehatan.

Anggota ABAC Indonesia Shinta Kamdani menambahkan aspek pembangunan berkelanjutan (SDGs) harus diutamakan dalam pembangunan ekonomi digital dan juga investasi untuk prioritas Indonesia dalam pemulihan ekonomi.

"Covid-19 membuktikan tidak hanya ekonomi saja yang harus dipulihkan, namun juga aspek lingkungan dan sosial. Sehingga, dunia bisnis menilai pola pikir investasi harus diubah tidak hanya mengutamakan economically benefit namun juga mampu memberikan value jangka panjang yang berkelanjutan, dan tahan dalam hal aspek sosial dan lingkungan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]



(sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK